UB Melesat 64 Peringkat di QS WUR 2027, Kian Dekat 500 Kampus Terbaik Dunia

UB Melesat 64 Peringkat di QS WUR 2027, Kian Dekat 500 Kampus Terbaik Dunia
Universitas Brawijaya. (Dok.Humas UB)

Malang, SERU.co.id – Universitas Brawijaya (UB) naik 64 peringkat ke posisi 616 dunia dalam QS World University Rankings 2027. Capaian tersebut semakin mendekatkan UB ke jajaran 500 universitas terbaik dunia. Kenaikan ini ditopang penguatan reputasi akademik, reputasi lulusan dan internasionalisasi dosen.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso mengatakan, kenaikan ini menjadi salah satu tertinggi di antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia. Pencapaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Khususnya dalam mengembangkan riset, inovasi, publikasi ilmiah dan kemitraan internasional.

Bacaan Lainnya

“Kenaikan ini sangat berarti karena tidak semua PTNBH mengalami peningkatan. UB mencatat kenaikan tertinggi hingga 64 peringkat,” seru Prof. Imam, Kamis (18/6/2026).

Reputasi Akademik Jadi Motor Utama

Salah satu faktor terbesar mendongkrak posisi UB adalah meningkatnya reputasi akademik di tingkat internasional. Pada indikator Academic Reputation, UB melonjak dari peringkat 404 dunia menjadi 367 dunia.

“Skornya juga naik dari 30,1 menjadi 33,4. Dengan bobot 30 persen dalam metodologi QS, indikator ini menjadi penyumbang terbesar terhadap nilai keseluruhan universitas,” tambahnya.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya pengakuan akademisi global. Yakni terhadap kualitas pendidikan, penelitian dan kontribusi keilmuan Universitas Brawijaya.

Selain itu, indikator Employer Reputation atau reputasi lulusan di mata dunia kerja tetap menjadi salah satu kekuatan utama UB. UB berada di peringkat 223 dunia dengan skor 53,3. Menunjukkan lulusan UB masih sangat diperhitungkan industri, pemerintahan dan berbagai sektor profesional.

Internasionalisasi Dosen Meningkat Tajam

UB juga mencatat kemajuan besar dalam aspek internasionalisasi. Pada indikator International Faculty, peringkat UB naik 60 posisi, dari 531 menjadi 471 dunia. Skor indikator ini melonjak dari 35,9 menjadi 49,6.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak akademisi internasional tertarik mengajar, meneliti dan berkolaborasi dengan UB. Kondisi ini diharapkan mampu memperkuat publikasi bersama. Kemudian pengembangan kurikulum internasional hingga perluasan jejaring riset global.

Rasio Dosen dan Mahasiswa Semakin Baik

Ketua UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan menjelaskan, kualitas pembelajaran juga ditopang perbaikan rasio dosen dan mahasiswa.

“Indikator Faculty Student Ratio meningkat dari kelompok peringkat 801+ menjadi posisi 725 dunia. Rasio dosen UB kini mencapai 13,2 dosen per 100 mahasiswa. Lebih tinggi dibanding median global yang berada di angka 7,7,” ujar Hendrix.

Menurut Hendrix, kondisi tersebut membuka peluang peningkatan kualitas pembelajaran. Ditambah pendampingan akademik hingga pembimbingan tugas akhir mahasiswa.

“Aspek keberlanjutan atau sustainability juga menjadi salah satu pendorong naiknya posisi UB. Skor Sustainability meningkat dari 53,3 menjadi 60,4. Sementara peringkat global naik dari sekitar 636 menjadi 614 dunia,” imbuhnya.

Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kontribusi UB dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Khususnya melalui pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan pengelolaan lingkungan kampus.

Publikasi dan Sitasi Ilmiah Tumbuh Pesat

Di bidang penelitian, UB menunjukkan perkembangan cukup impresif. Jumlah publikasi dalam QS meningkat hampir 10 persen, dari sekitar 8.443 menjadi 9.259 publikasi. Sementara jumlah sitasi tanpa sitasi mandiri melonjak lebih dari 31 persen, dari sekitar 28.941 menjadi 37.981 sitasi.

Pertumbuhan tersebut terlihat di berbagai bidang ilmu. Terutama Life Sciences and Medicine, Engineering and Technology dan Social Sciences and Management.

“Namun, indikator Citations per Faculty masih menjadi pekerjaan rumah. UB masih berada dalam kelompok peringkat 801+ dunia pada indikator tersebut. Peningkatan kualitas dan dampak publikasi internasional menjadi fokus pengembangan berikutnya,” tegasnya.

Tantangan Mahasiswa Asing dan Karier Alumni

Jumlah mahasiswa internasional masih berada di bawah median global. Meskipun UB saat ini telah memiliki mahasiswa dari sedikitnya 57 negara. Indikator International Research Network juga masih memerlukan penguatan melalui perluasan kolaborasi penelitian lintas negara.

Sementara itu, indikator Employment Outcomes mengalami penurunan dari peringkat 567 menjadi 690 dunia. Meski tingkat serapan lulusan mencapai 94,1 persen, UB menilai perlu adanya penguatan tracer study. Termasuk dokumentasi karier alumni dan kemitraan dengan dunia kerja.

Makin Dekat ke Target 500 Besar Dunia

Secara nasional, UB kini berada di sekitar peringkat kedelapan perguruan tinggi terbaik Indonesia versi QS WUR 2027. UB juga menempati posisi lima besar nasional untuk indikator reputasi akademik dan reputasi lulusan.

“Kenaikan ke posisi 616 dunia menunjukkan UB semakin dekat menuju kelompok 500 universitas terbaik dunia. Untuk mencapai target tersebut, kami akan fokus pada peningkatan dampak riset dan sitasi. Kemudian perluasan jejaring internasional, penambahan mahasiswa asing dan penguatan kontribusi dan keterlacakan alumni,” pungkasnya. (aan/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id