Jember, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi melantik pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Guru Ngaji di Pendapa Wahyawibawagraha. Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terbentuknya forum ini.
Bupati Fawait menegaskan, pesantren dan guru ngaji memiliki peran krusial dalam menjaga moral masyarakat di era digital.
“Hari ini pesantren dan guru ngaji menurut saya adalah benteng dari akhlak bangsa Indonesia,” seru Gus Fawait, sapaan akrabnya, Rabu (17/6/2026).
Selanjutnya, dia juga menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang kerap mengubah pola pikir masyarakat. Menurutnya, kemampuan untuk memilah informasi yang benar menjadi tantangan besar saat ini.
“Ada upaya menggiring opini dan memengaruhi masyarakat untuk mencaci maki pemimpin kita. Ini harus disikapi dengan bijak,” ujarnya.
Oleh karena itu, Gus Fawait mengajak seluruh elemen masyarakat. Untuk selalu melihat situasi nasional berdasarkan data dan fakta yang valid.
“Bukan sekadar termakan narasi negatif di ruang digital,” paparnya.
Di hadapan para tokoh agama, Gus Fawait juga memberikan edukasi terkait kondisi ekonomi nasional. Dia meminta masyarakat tidak menyamakan situasi ekonomi saat ini dengan krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 silam.
“Kalau berbicara nilai tukar rupiah, kondisi hari ini tidak bisa disamakan dengan tahun 1998. Faktanya tidak seperti itu,” paparnya.
Dia membeberkan sejumlah data yang menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih relatif kuat dan stabil.
“Inflasi nasional kita masih terkendali. Cadangan devisa kita juga masih sangat kuat, bahkan Indonesia kini tengah menuju swasembada pangan,” pungkasnya. (sgt/mzm)









