Sumenep, SERU.co.id – Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sebagai simbol perjuangan bangsa dalam mengusir penjajah. Semangat nasionalisme yang dikobarkan oleh para pejuang bangsa, kini kembali dihidupkan oleh Bupati Sumenep.
Hal itu disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongaojudo saat menggelar peringatan ‘Bulan Bung Karno’. Warisan semangat perjuangan dan gotong royong yang dikemas dengan doa bersama sebagai wujud mengenang jasa dan perjuangan Proklamator Kemerdekaan RI Ir. Soekarno.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama KNPI Sumenep. Doa bersama ini sebagai pembuka rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang berlangsung sepanjang Juni di Kabupaten Sumenep. Mulai Parade Musik Tong-tong, Lomba Baca Puisi dan Pidato, Soekarno Fun Run, serta Lomba Mewarnai Sketsa Bung Karno.
“Kegiatan itu digelar sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan, serta meletakkan dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” seru Bupati di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
Fauzi mengatakan warisan Bung Karno yang patut diteladani yakni semangat nasionalisme, persatuan, dan gotong royong, tenggang rasa, saling menghargai dan kerukunan. Sebab Soekarno bukan hanya tokoh sejarah, melainkan juga sumber inspirasi bagi generasi bangsa.
Masyarakat menjaga kerukunan di tengah keberagaman menjadi kekuatan untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif untuk mendukung pembangunan daerah.
“Pancasila mengajarkan saling menghargai, bekerja sama, dan mengutamakan kepentingan bersama. Sehingga dengan nilai-nilai itu mampu mewujudkan cita-cita daerah yang maju dan sejahtera,” terangnya.
“Kata Bung Karno Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah sebagai pengingat pentingnya menjaga semangat perjuangan para pendiri bangsa,” pungkas Bupati. (edo/mzm)









