​Batu, SERU.co.id – Wali Kota Batu, H. Nurochman SH MH, membagikan kisah menyentuh di balik perjuangannya yang penuh kesabaran agar bisa menunaikan ibadah haji. Dalam acara silaturahmi yang digelar usai kepulangannya dari tanah suci, ia memanfaatkan momen tersebut untuk membakar semangat masyarakat agar tidak ragu meniatkan diri beribadah haji.
Dalam acara Walimatul Naqiah, H Nurochman didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, S.Pd., H Nurochman memberikan keyakinan kepada tamu, bahwa Allah SWT selalu punya cara untuk memanggil hamba-Nya yang berniat tulus. ​Di hadapan keluarga, jajaran pemerintahan, dan tokoh masyarakat dan awak media, Wali Kota menceritakan bahwa perjalanan spiritualnya ini bukanlah hal yang instan.
“Kami harus menunggu antrean selama 14 tahun sejak mendaftar pada November 2012 silam. Pada masa itu, jauh sebelum menjabat di pemerintahan atau menjadi anggota DPRD, saya memanfaatkan program talangan terakhir dari pemerintah dan konsisten mengangsur iurannya setiap bulan,” serunya.
​H. Nurochman menyebutkan, kuncinya ada pada niat yang tertanam kuat di dalam hati. Jangan pernah berpikir soal dari mana uangnya atau bagaimana caranya nanti.
“Tanamkan saja keyakinan bahwa kita ingin ke Makkah dan Madinah, insya Allah Gusti Allah sendiri yang akan membayar dan memberikan jalan lewat cara-Nya,” pesannya dengan penuh semangat kepada para jemaah dan tamu yang hadir di Rumah Dinas, Minggu (7/6/2026).
​Wali Kota menekankan bahwa tidak ada yang mustahil jika niat sudah bulat. Ia sendiri berangkat sebagai jemaah haji reguler yang tergabung dalam kloter 4 bersama 226 jemaah asal Kota Batu lainnya. Selama di tanah suci, ia menjalani prosesi ibadah tanpa fasilitas khusus seperti berbagi kamar dengan jemaah lain serta menghadapi cuaca ekstrem yang mencapai 47 derajat Celsius.
​”Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala doa dan restu yang mengalir dari masyarakat Kota Batu selama saya dan istri menjalankan ibadah. Kami juga mendoakan agar panjenengan semua dimudahkan untuk datang ke Makkah dan Madinah, berhaji atau setidaknya umrah,” pungkasnya.
​Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari perwakilan Dinas Pendidikan Malang-Batu, jajaran Kepala Dinas Pemerintah Kota Batu hingga perwakilan tokoh lintas agama. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Batu, memohon agar seluruh warga Kota Batu diberikan kemudahan rezeki, keharmonisan, serta kesempatan untuk bisa menyusul beribadah ke tanah suci. (dik/ono)









