Blitar, SERU.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar, Hj. Khusna Lindarti berbagi pengalaman saat menjalani ibadah haji 2026 bersama suami, H. Bambang Priyadi. Dirinya berbagi tips menjaga komitmen, kekompakan dan tetap romantis bersama pasangan di tengah padatnya aktivitas ibadah di tanah suci.
Hj. Khusna Lindarti SSos MSi menyampaikan, setiap pasangan harus memiliki komitmen saling mendampingi selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Pasalnya, semangat masing-masing pasangan bisa berbeda, sehingga diperlukan sikap saling memahami.
“Suami istri itu memang semangatnya berbeda. Tetapi sebagai pasangan, kita tidak hanya punya misi untuk sampai ke tanah suci saja, melainkan bagaimana semuanya bisa dilakukan bersama-sama. Serta saling mendampingi dan menikmati perjalanan ibadah itu bersama,” seru Khusna, di sela melayani ratusan tamu yang datang silih berganti di kediamannya di Tegal Rejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.
Khusna menekankan, pasangan suami istri harus memandang diri sebagai satu tim selama menjalani ibadah haji. Kondisi fisik yang menurun, kelelahan, hingga berbagai tantangan di lapangan, sebaiknya dihadapi dengan saling memahami, bukan saling menyalahkan.
“Kita harus menyadari, kita ini berangkat bersama, jadi juga bersama dalam menjalankan ibadah haji. Apa pun kondisinya, kalau tidak siap secara mental dan tidak saling memahami, bisa saja muncul persoalan-persoalan yang sebenarnya tidak perlu terjadi,” jelas Sekda perempuan pertama di Kabupaten Blitar.
Daftar Isi
Mengubah Tantangan Menjadi Kebersamaan di Madinah dan Makkah
Dalam pengalamannya berhaji bersama suami, ada banyak tantangan saat berada di Madinah, lantaran pembagian gate untuk jemaah pria dan wanita di Masjid Nabawi terpisah. Meski tidak bisa bersama saat ibadah, namun momen tersebut menjadikan pengalaman berkesan dalam memperkuat ikatan spiritual dan kebersamaan mereka.
“Kami bisanya bertemu setelah shalat wajib, meski tidak mudah karena ada banyak kerumunan jemaah se-dunia. Dan hal itu menjadi ujian tersendiri, namun dengan komitmen tetap bisa bersama, kita bisa saling menjaga komunikasi dan saling memahami. Toh akhirnya kita bisa lebih banyak ketemu dan bersama, hanya beberapa kali saja riak-riaknya,” terangnya, diamini suami.
Sebaliknya, suasana di Makkah dinilai memberikan lebih banyak kesempatan bagi pasangan untuk beribadah bersama. Seperti thawaf, salat berjamaah, hingga berjalan menuju Masjidil Haram.
“Kalau di Makkah masih sangat mungkin untuk selalu bersama, bisa thawaf bersama, berjalan ke masjid bersama, bahkan beribadah lebih leluasa. Itu menjadi momen yang sangat indah dan kalau boleh dibilang lebih romantis, karena semuanya dilakukan atas dasar ibadah kepada Allah,” ungkap wanita yang dilantik menjadi Sekda Kabupaten Blitar, 16 Oktober 2025 lalu.
Ibadah Haji Jadi Perjalanan Spiritual dan Mempererat Hubungan Suami-Istri
Bagi Khusna, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tetapi juga ibadah mempererat hubungan suami istri melalui kesabaran, pengorbanan dan ketulusan.
Ia mengaku, pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pasangan yang akan menunaikan ibadah haji, agar selalu menjaga kekompakan, membangun komunikasi yang baik. Serta menjadikan setiap tantangan sebagai bagian dari proses meningkatkan kualitas ibadah dan hubungan suami-istri.
“Yang paling penting adalah niat bersama, saling menguatkan dan memahami. Bahwa semua ujian selama berhaji adalah cara Allah mendewasakan dan mempererat hubungan kita sebagai pasangan,” aku wanita kelahiran Blitar, 5 November 1972.
Pengalaman Terpisah, Kembali Dipertemukan Bersama Setelah Khusyuk Berdoa
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya terjadi ketika dirinya terpisah lantaran jalur masuk jemaah laki-laki dan perempuan yang berbeda. Saat itu, Khusna menyaksikan, banyak jemaah menangis dan memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan hingga memantiknya larut dalam doa.
“Saat itu saya membawa sepatu suami dan hpnya lowbat, saya khawatir bagaimana kondisi kaki suami kalau nekat keluar saat cuaca panas. Akhirnya saya salat dan khusyuk berdoa, ikut larut menangis dan memohon ampun untuk dipertemukan dengan suami,” kenangnya.
Usai berdoa, ia mengaku bahagia, doanya langsung diijabah Allah SWT dan melihat suaminya melambaikan tangan dari kejauhan.
“Setelah selesai berdoa, saya melihat suami melambai dari kejauhan. Rasanya bahagia sekali, seperti mendapatkan jawaban atas doa yang baru saja dipanjatkan,” kilasnya. (rhd)









