16 Ribu Lebih Warga Jember yang Meninggal Masih Terdaftar Penerima Bansos

16 Ribu Lebih Warga Jember yang Meninggal Masih Terdaftar Penerima Bansos
Pemkab Jember saat melakukan peninjauan pelayanan KTP di Kecamatan. (Ist.)

Jember, SERU.co.id – Temuan validasi data kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember menunjukkan sebanyak 16.775 warga yang tercatat sudah meninggal dunia. Ternyata didapati masih aktif terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (Bansos).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, Bambang Saputro, membenarkan temuan krusial tersebut. Setelah itu, pihaknya langsung bergerak untuk mengebut pembenahan data administrasi kependudukan.

Bacaan Lainnya

“Kami telah menerima data hasil verval tersebut. Dalam satu minggu terakhir, tim kami bergerak cepat mengebut proses penerbitan dokumen administrasi kependudukan yang diperlukan,” serunya, Kamis (4/6/2026).

Bambang menjelaskan, dari belasan ribu data warga yang dilaporkan meninggal tersebut. Saat ini sebagian besar dokumennya sudah berhasil dirampungkan oleh petugas.

“Dari total 16.775 data warga yang dilaporkan meninggal, saat ini sekitar 12 ribu akta kematian sudah berhasil kami terbitkan,” ujarnya.

Meski proses percepatan terus dikejar, Bambang menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan verifikasi berlapis di lapangan agar tidak terjadi kesalahan fatal. Menariknya, saat kroscek ulang dilakukan hingga ke tingkat RW, petugas justru menemukan fakta bahwa ada ratusan warga yang dilaporkan meninggal ternyata masih segar bugar.

“Berdasarkan pengecekan ulang yang dilakukan oleh petugas kami di lapangan, terdapat sekitar 200 warga yang statusnya masih hidup, oleh karena itu penerbitan akta kematian untuk warga tersebut langsung kami batalkan demi melindungi hak-hak sipil mereka,” paparnya.

Kini, kata dia, Dispendukcapil Jember telah melaporkan perkembangan pemutakhiran data ini kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) demi mengunci akurasi data kemiskinan ekstrem (Decil 1). Melalui integrasi data yang jauh lebih valid ini, Pemkab Jember berharap benang kusut penyaluran Bansos bisa segera terurai.

“Melalui integrasi data yang lebih valid ini, Pemkab Jember berharap penyaluran program bantuan sosial ke depan dapat jauh lebih tepat sasaran, efektif, dan akurat,” pungkasnya. (sgt/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id