​Malang, SERU.co.id – Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu melakukan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas destinasi wisata desa di wilayahnya. Kali ini, Fordewi Batu menggelar kegiatan orientasi lapangan dengan mengunjungi Pantai Tanjung Penyu di Kabupaten Malang, sebuah destinasi yang dikenal sukses dalam mengoptimalkan potensi pesisir.
​Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Fordewi Kota Batu, Muchamad Dadi, beserta jajaran pengurus forum desa wisata se-Kota Batu. Fokus utama dari orientasi ini adalah mengamati secara mendalam bagaimana manajemen Tanjung Penyu menggali dan mengelola Sumber Daya Alam (SDA) laut. Menjadi sebuah daya tarik wisata yang bernilai ekonomi tinggi.

​Ketua Fordewi Kota Batu, Muchamad Dadi, mengungkapkan pemilihan lokasi di wilayah pesisir sengaja dilakukan justru karena perbedaannya yang kontras dengan karakteristik alam Kota Batu yang didominasi panorama pegunungan.
​”Langkah ini sangat menarik bagi kami karena potensi yang ada di Tanjung Penyu bertolak belakang dengan apa yang dimiliki Kota Batu,” serunya kepada SERU.co.id, Kamis, (14/5/2026)
Dadi mengungkapkan, Fordewi memandang penting untuk memahami metodologi pengelolaan SDA pantai ini sebagai referensi pengembangan kreativitas di desa wisata yang ada di Kota Batu. ​Menurutnya, memahami perbedaan karakteristik justru membuka cakrawala baru bagi para pengelola desa wisata di Batu untuk melihat potensi lokal dari sudut pandang yang lebih luas.
“Dalam kunjungan ini kami menemukan inspirasi baru dalam cara pengemasan destinasi agar tetap berkelanjutan,” ungkapnya.
​
​Dalam sesi diskusi, rombongan Fordewi diterima langsung oleh Pak Agus, selaku owner sekaligus pengelola utama Pantai Tanjung Penyu. Pak Agus memaparkan bagaimana proses awal penggalian potensi hingga menghadapi tantangan SDM di lapangan.
​Meski terdapat perbedaan fundamental dari segi topografi dan Sumber Daya Manusia (SDM), Dadi mengakui adanya teknik manajerial yang bersifat universal.
​
“Kami juga menemukan irisan atau pola pengelolaan yang sama, terutama dalam hal pelayanan pengunjung dan penataan area publik,” tuturnya.
​dadi menambahkan, ​Orientasi lapangan ini tidak hanya berhenti pada kunjungan seremonial. Muchamad Dadi menegaskan bahwa pihaknya menargetkan adanya tindak lanjut yang konkret pasca-kunjungan.
​”Harapan saya, ada kolaborasi berkelanjutan antara Fordewi Kota Batu dengan pengelola Tanjung Penyu. Kami melihat Pak Agus memiliki keahlian khusus dalam mengelola destinasi alam yang sangat relevan untuk kami serap,” imbuhnya.
​Selain transfer ilmu, Dadi juga membidik peluang ekonomi yang lebih besar. Ia berharap melalui jejaring luas yang dimiliki oleh pihak pengelola Tanjung Penyu, Kota Batu bisa menarik minat investor baru untuk mempercepat pembangunan sektor pariwisata di desa-desa wisata.
​”Kami membuka diri dan berharap ada investor yang bisa masuk ke Kota Batu melalui link atau jaringan yang dimiliki beliau (Pak Agus). Ini adalah bagian dari upaya kami membawa desa wisata Kota Batu naik kelas ke level nasional maupun internasional,” pungkas Dadi. (dik/ono)









