Malang, SERU.co.id – Dampak dari efisiensi anggaran, calon lokasi pembangunan Alun-alun Kepanjen berubah. Dimana yang sebelumnya direncanakan di belakang Kantor Bupati Malang, kini berubah di kawasan Stadion Kanjuruhan.
Bupati Malang, HM Sanusi membeberkan, perubahan rencana calon lokasi Alun-alun Kepanjen tersebut dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, terutama anggaran. Menurutnya, di lokasi sebelumnya anggaran yang harus digelontorkan kurang lebih mencapai Rp300 miliar. Baik itu untuk pembiayaan pembangunan fisik maupun pembebasan lahan.
“Terlalu banyak biayanya, sehingga dalam situasi efisiensi. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang tidak mampu membangun. Padahal tuntutan masyarakat ini dua kali periode harus sudah selesai,” seru Sanusi.
Dirinya menuturkan, sedangkan untuk di kawasan Stadion Kanjuruhan, dari hasil perhitungan yang telah dilakukan kurang lebih anggaran yang dibutuhkan hanya Rp150 miliar. Anggaran tersebut terhitung lebih rendah dikarenakan, sebagian lahan tersebut seharusnya merupakan aset pemerintah daerah.
Sanusi mengaku, rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen yang berdiri di atas tanah seluas 3 hektar tersebut telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Kabupaten Malang. Sehingga selanjutnya, diharapkan proses penggarapan bisa segera terealisasi pada tahun 2027 mendatang.
“Anggarannya nanti kita anggarkan melalui perencanaan di APBD 2027. Kalau ini sudah ready, maka masyarakat bisa rekreasi di sini,” terang Sanusi.
Sementara itu, Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir mengatakan, pihaknya kan siap sedia mengawal dan mendukung proses pembangunan alun-alun itu. Yang digadang-gadang bakal menjadi lokasi wisata murah dan lokasi strategis perputaran ekonomi untuk masyarakat Kabupaten Malang.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Malang telah memperhatikan dan menindaklanjuti rekomendasi DPRD. Terkait rencana pembangunan Alun-Alun Kabupaten Malang yang tahapan pelaksanaannya, mulai direncanakan pada tahun 2027,” bebernya.
“Dengan status sebagai pembangunan strategis daerah. Kami berharap proses pembangunan nantinya dapat berjalan lebih optimal, terukur, tepat waktu dan benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya. (wul/mzm)









