Satgas MBG Sorot IPAL SPPG Sukun Gadang 2, Perbaikan Langsung Dikebut Usai Sidak

Satgas MBG Sorot IPAL SPPG Sukun Gadang 2, Perbaikan Langsung Dikebut Usai Sidak
Satgas MBG lakukan sidak sarana IPAL SPPG Sukun Gadang 2. (ist)

Malang, SERU.co.id – Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan sejumlah catatan usai sidak di SPPG Sukun Gadang 2. Pihaknya menyoroti sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), hingga perbaikan langsung dikebut usai sidak.

Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Monev Dinas PUPRPKP Kota Malang, Winardi mengungkapkan, sidak untuk memastikan sistem pengolahan limbah berjalan sesuai standar kesehatan lingkungan. Ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Malang dan Sekretaris Daerah selaku Ketua Satgas.

Bacaan Lainnya

“Tim gabungan dari Dinas PUPRPKP Kota Malang bersama UPT Pengolahan Limbah Air Domestik menemukan beberapa hal yang perlu dibenahi. Misalnya, endapan di area pra-pengolahan (pre-treatment), saluran limbah yang masih bercampur air hujan, serta bak kontrol belum tertutup dan mengandung endapan,” seru Winardi, Jumat (24/4/2026).

Satgas MBG Sorot IPAL SPPG Sukun Gadang 2, Perbaikan Langsung Dikebut Usai Sidak
Petugas memberikan sejumlah catatan terkait pengelolaan IPAL SPPG Sukun Gadang 2. (ist)

Selain aspek teknis, pengelolaan IPAL juga dinilai belum dilengkapi dengan standar operasional prosedur (SOP). Termasuk pencatatan logbook, serta pelatihan khusus bagi petugas sanitasi.

“Uji laboratorium terhadap hasil olahan limbah pun belum dilakukan. Meski demikian, secara visual kondisi air limbah sudah cukup baik,” ungkapnya.

Winardi menerangkan, air limbah sudah terlihat jernih, tidak berbau dan tidak berbusa. Namun, kepastian kualitas tetap memerlukan pengujian laboratorium.

“Secara umum sudah sesuai. Secara kasat mata air limbah juga terlihat layak. Tapi tetap harus diuji di laboratorium untuk memastikan kualitasnya,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, tim merekomendasikan sejumlah langkah perbaikan kepada pihak pengelola SPPG. Pengelola diminta memasang penutup bak kontrol, memisahkan saluran air hujan dan limbah, pengurasan rutin, hingga pelatihan peningkatan kapasitas petugas.

Menanggapi masukan tersebut, Kepala SPPG Sukun Gadang 2, Ita Herlisetyawati menyatakan, sejumlah perbaikan segera dilakukan. Tidak menunggu waktu lama, masukan dikerjakan usai sidak.

“Beberapa rekomendasi langsung kami kerjakan. Seperti memperpanjang saluran masuk ke IPAL dan meninggikan bak kontrol pertama agar tidak terjadi endapan,” terangnya.

Komitmen serupa juga ditegaskan Ketua Yayasan Batik Tulis Celaket, Hanan Djalil, selaku mitra SPPG. Ia memastikan, pihaknya akan mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Semua ketentuan sudah kami lengkapi dan ajukan, seperti IPAL, SLHS, sertifikat halal, HACCP, hingga ISO. Saat ini kami tinggal menunggu hasil verifikasi,” jelasnya.

Sidak ini menjadi bagian dari upaya pengawasan berkelanjutan program MBG di Kota Malang. Terutama dalam memastikan pengelolaan limbah tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id