Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyatakan, keterbatasan anggaran di 2026 berdampak pada penyesuaian program prioritas. Salah satunya, program seragam gratis dengan prioritas sasaran siswa prasejahtera.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana SE MM mengungkapkan, alokasi anggaran seragam gratis tahun ini sekitar Rp2 miliar. Jumlah tersebut menurun signifikan dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp8 miliar.
“Yang jelas, tahun ini yang sudah ada di anggaran kami baru seragam gratis. Anggaran tersebut difokuskan untuk membantu siswa dari keluarga prasejahtera,” seru Jana, sapaannya, Rabu (22/4/2026) kemarin.
Jana menjelaskan, penerima bantuan akan ditentukan berdasarkan usulan dari masing-masing sekolah. Pihak sekolah dinilai lebih memahami kondisi ekonomi siswa.
“Sekolah yang lebih tahu siswanya itu prasejahtera atau tidak. Sehingga pihak sana bisa mengajukan data yang tepat,” ungkapnya.
Program ini rencananya dilakukan saat siswa mulai masuk di tahun ajaran baru. Setiap siswa penerima bantuan akan mendapatkan dua setel seragam.
“Beda dari tahun lalu, untuk tahun ini kami usahakan dalam bentuk seragam jadi. Jumlahnya dua stel, seperti seragam merah atau biru putih dan pramuka,” jelasnya.
Meski demikian, pria kelahiran Bantul itu menyebut, terdapat penyesuaian atribut akibat efisiensi anggaran. Sehingga ada kemungkinan atribut yang diberikan tidak selengkap tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, ribuan penerima bantuan seragam gratis tahun ini berasal dari jenjang SD dan SMP. Kebijakan ini diharapkan membantu meringankan beban keluarga prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
“Untuk tahun ini tidak menjangkau lebih luas. Penurunan jumlah penerima dan nilai pengadaan tidak lepas dari kebijakan efisiensi,” pungkasnya. (bas/mzm)









