UM Terapkan Pengamanan Ketat UTBK-SNBT 2026, CCTV Dinonaktifkan hingga Baju Pengganti Khusus

UM Terapkan Pengamanan Ketat UTBK-SNBT 2026, CCTV Dinonaktifkan hingga Baju Pengganti Khusus
Pengawasan ketat UTBK-SNBT UM, salah satunya pemeriksaan berkas sebelum memasuki ruang ujian. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Universitas Negeri Malang (UM) menerapkan pengamanan ketat Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026. Sistem berlapis diberlakukan, mulai dari penonaktifan CCTV kelas hingga menyediakan baju pengganti khusus.

Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Hariyono MPd mengungkapkan, sebanyak 19.640 peserta mengikuti UTBK-SNBT di UM. Adapun pelaksanaannya berlangsung selama sepekan, mulai 21–28 April 2026.

Bacaan Lainnya

“Jumlah tersebut merupakan kuota dari panitia pusat. Adanya kebijakan terbaru hanya memperbolehkan peserta memilih lokasi ujian berdasarkan kota,” seru Hariyono dalam konferensi pers, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diterapkan untuk menekan potensi kecurangan dari peserta ujian. Termasuk menghindari praktik perjokian maupun penggunaan alat bantu ilegal.

Rektor UM berkomitmen mengawal pelaksanaan UTBK-SNBT bebas dari praktik kecurangan. (Seru.co.id/bas)
Rektor UM berkomitmen mengawal pelaksanaan UTBK-SNBT bebas dari praktik kecurangan. (Seru.co.id/bas)

“Untuk pelaksanaan ujian, UM menyiapkan sekitar 1.300 unit komputer yang tersebar di 67 ruang ujian di berbagai fakultas. Pengawasan juga diperketat dengan pemeriksaan berlapis sebelum peserta memasuki ruang ujian,” ungkapnya.

Seluruh barang bawaan peserta diwajibkan dititipkan di luar ruangan. Selain itu, kamera pengawas (CCTV) di ruang ujian sengaja dinonaktifkan untuk mencegah potensi kebocoran soal melalui rekaman.

“Ini bagian dari standar keamanan, supaya soal tidak terekam. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, kami akan berkoordinasi dengan panitia pusat hingga aparat penegak hukum,” tegasnya.

Sementara, Direktur Pendidikan UM, Prof Evi Eliyanah SS MA PhD menuturkan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah langkah teknis tambahan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai modus kecurangan yang semakin canggih.

“Salah satunya menyediakan baju khusus berupa kemeja putih yang bisa digunakan peserta jika pakaian yang dikenakan terdeteksi mencurigakan oleh metal detector. Kalau metal detector berbunyi tapi tidak ditemukan sumbernya, peserta diminta ganti pakaian,” jelasnya.

Langkah tersebut diambil berdasarkan pengalaman sebelumnya, saat panitia menemukan kamera kecil yang disembunyikan di kancing baju peserta. Barang bukti tersebut kini masih disimpan dan digunakan sebagai alat uji dalam simulasi pengamanan.

“Kami juga mengantisipasi modus lain, seperti penggunaan kamera mikro yang disisipkan di behel gigi. Jadi kalau ada peserta yang kedapatan pakai behel, petugas langsung mewajibkan peserta tersebut pakai masker,” lanjutnya.

Evi mengatakan, kasus tersebut pernah terjadi di PTN lain. Meski tidak terjadi di UM, pihaknya tetap mengantisipasi hal tersebut selama ujian berlangsung.

“UM juga menyiagakan puluhan petugas keamanan di seluruh area kampus. Dengan berbagai langkah tersebut, kami berupaya memastikan pelaksanaan UTBK 2026 berjalan jujur, aman dan bebas dari praktik kecurangan,” tandasnya. (bas/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id