16.225 Peserta Ikuti UTBK-SNBT UB 2026, Pengawasan Diperketat

16.225 Peserta Ikuti UTBK-SNBT UB 2026, Pengawasan Diperketat
Konferensi pers pelaksanaan UTBK-SNBT UB 2026. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 di Universitas Brawijaya (UB) diikuti sebanyak 16.225 peserta. Pihak kampus menyatakan, pengawasan ujian diperketat untuk mengantisipasi ketidakjujuran peserta.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof Dr Ir Imam Santoso MP mengungkapkan, UTBK-SNBT digelar mulai 21 hingga 26 April 2026. Rangkaian ujian terbagi dalam sebelas sesi yang wajib diikuti seluruh peserta.

Bacaan Lainnya

“Seluruh fasilitas pendukung sudah dipersiapkan secara maksimal. Fasilitas pendukung seperti komputer, CCTV, UPS, hingga genset disiagakan di setiap lokasi untuk mengantisipasi gangguan, termasuk pemadaman listrik,” seru Imam, Selasa (21/4/2026).

Selain infrastruktur, UB juga melibatkan 455 sumber daya manusia (SDM). Terdiri dari pengawas, teknisi ruang, penanggung jawab lokasi, penanggung jawab teknologi informasi, hingga admin TI untuk memastikan ujian berjalan lancar.

“Pada sesi pertama, sebanyak 1.540 peserta dijadwalkan mengikuti ujian, dengan tingkat kehadiran mencapai 97,4 persen atau hanya 40 peserta yang tidak hadir. Artinya, antusiasme peserta untuk mengikuti UTBK sangat tinggi,” ungkapnya.

Dari sisi pengawasan, UB memperketat sistem dengan kombinasi pengawasan langsung dan teknologi. Proses pemeriksaan dilakukan secara ketat, mulai dari penggunaan metal detector hingga sterilisasi ruangan.

“Hingga saat ini tidak ada laporan hal mencurigakan pada sesi pertama. Bahkan kami menyiapkan pengecekan fisik peserta untuk meminimalkan potensi kecurangan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana UTBK UB, Arif Hidayat MM menyoroti pentingnya ketelitian dalam verifikasi identitas peserta, terutama bagi penyandang disabilitas. Tahun ini, terdapat 13 peserta difabel yang mengikuti UTBK di UB, terdiri dari enam tunarungu, tiga tunadaksa dan empat tunanetra.

“UB menyediakan berbagai fasilitas khusus, mulai dari akses ruang ujian yang ramah difabel hingga pendamping khusus. Mereka harus memahami kebutuhan masing-masing peserta difabel, supaya pelaksanaan ujian tetap sesuai prosedur,” jelasnya.

Sementara, Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Dr Rosihan Asmara SE MP menegaskan, pengaturan akses kendaraan di kampus diperketat. Selama pelaksanaan ujian, kendaraan pengantar, termasuk ojek online, hanya diperbolehkan sampai di gerbang kampus.

“Adapun pada jalur SNBT tahun 2026, jumlah peminat UB mencapai 66.412 pendaftar yang akan memperebutkan 5.793 kursi. Rinciannya, 37.575 memilih UB sebagai pilihan pertama, 30.199 pilihan kedua, 7.123 pilihan ketiga, dan 7.716 pilihan keempat,” tandasnya. (bas/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id