Malang, SERU.co.id – Sekitar 1.000 lansia berkebaya senam kebugaran massal dalam program Kampung Lingkar Kampus (KLK) Universitas Brawijaya (UB). Senam bersama berkebaya ini menyambut Hari Kartini.
PIC Program KLK UB, Dr Mofit Jamroni SPt MSi mengungkapkan, program Kampung Lingkar Kampus (KLK) memiliki empat pilar utama. Yakni, pengembangan sumber daya manusia (SDM); ekonomi dan UMKM: kelembagaan dan sosial budaya; serta infrastruktur dan lingkungan.
“Pada kegiatan hari ini, kami fokus pada pengembangan SDM, khususnya menciptakan lingkungan kampung yang ramah terhadap senior atau para lansia. Salah satunya, melalui senam kebugaran yang melibatkan masyarakat Kota Malang,” seru Mofit, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang awalnya digagas di tingkat masyarakat sekitar kampus. Seiring berjalannya waktu, berkembang hingga tingkat kelurahan, kecamatan dan kini menjangkau skala kota.
“Target peserta antara 1.000 hingga 1.200 orang, dan hari ini tercapai sekitar 1.000 peserta. Mereka berasal dari lima kecamatan di Kota Malang,” terangnya.
Menariknya, kegiatan senam kali ini mengusung konsep senam dengan memakai kebaya. Hal tersebut dipilih untuk memperingati Hari Kartini, sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Malang.
“Selain senam, program KLK juga mencakup berbagai kegiatan lain, seperti pemeriksaan kesehatan yang melibatkan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Program itu juga meliputi deteksi dini kesehatan anak, hingga program sosial penanganan kenakalan remaja,” ungkapnya.
UB pun mendorong program ketahanan pangan melalui gerakan War-on-Stunting Strategy (WSS). Pihaknya mengajak, setiap rumah menanam bahan pangan di polybag untk menekan angka stunting dan mengendalikan inflasi pangan.
“Adanya kegiatan hari ini, menjadi wujud nyata kampus UB berdampak. Multiplayer effect yang terlihat para sopir angkot banyak orderan transportasi, persewaan baju adat/kebaya juga mendapat berkah. Para lansia merasa senang bisa berfoto dan senam di tengah kampus yang indah,” tuturnya.
Di tengah meriahnya senam bersama ini, turut hadir Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM. Ia mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian UB terhadap masyarakat sekitar kampus.
“Atas nama Pemkot Malang, kami mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Kegiatan seperti ini tidak hanya menyehatkan secara fisik, tetapi juga memperkuat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Menurutnya, program Kampung Lingkar Kampus memiliki keunggulan, karena melibatkan langsung masyarakat di sekitar perguruan tinggi. Hal ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi.
“Keberadaan kampus harus memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Program seperti ini menjadi bukti kepedulian UB terhadap warga lingkar kampus dan sejalan dengan visi misi kami, yaitu mewujudkan Ngalam Tahes,” katanya.
Wahyu juga menegaskan, Pemkot Malang akan menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui konsep Hexahelix. Melalui sinergi yang baik, pemerintah bersama perguruan tinggi hadir memberikan dampak positif untuk masyarakat.
“Sinergi dengan perguruan tinggi itu wajib. Selama ini kami rutin berkolaborasi, termasuk melalui Forum Rektor untuk mendukung kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (bas/rhd)









