Universitas Brawijaya Luncurkan BOUMI, Kenalkan 7 Produk Kids Care Alami

Universitas Brawijaya Luncurkan BOUMI, Kenalkan 7 Produk Kids Care Alami
Tujuh produk kids care alami sebagai produk awal BOUMI. (rhd)

Batu, SERU.co.id – Universitas Brawijaya (UB) launching BOUMI, brand personal care anak berbasis bahan alami dan essential oil khusus anak usia 4-14 tahun. Dengan meluncurkan tujuh produk lini pertama menyasar segmen anak-anak sebagai target pasar utama.

Wakil Rektor Bidang V UB, Prof. Unti Ludigdo mengatakan, BOUMI tak sekadar komersialisasi, melainkan ekosistem inovasi UB yang dibangun di atas model Penta Helix. BOUMI sebagai model paling konkret dari Penta Helix ABCGM – Akademisi (Universitas Brawijaya), Business (Cedefindo-Martha Tilaar Group), Community (Batu Love Garden-Jatim Park), Govemment (Direktorat Inovasi & Kawasan Sains dan Teknologi & BMU UB), dan Media.

Bacaan Lainnya

“Dalam kebijakan inovasi nasional, Penta Helix adalah sebuah rantai yang dimulai dari riset, melewati kolaborasi bisnis dan komunitas. Kemudian diperkuat peran pemerintah, dan diperluas jangkauannya oleh media. BOUMI tidak bisa dilepaskan dari arsitektur kolaborasi yang dibangun secara sistematis oleh UB,” seru Prof Unti, sapaan akrab pria yang membidangi Riset, Inovasi, dan Kerjasama UB ini, di Batu Love Garden, Jumat (17/4/2026).

Penta Helix ABCGM, Lima Pilar Pendukung Ekosistem Inovasi

Dari sisi Akademisi, Universitas Brawijaya menyumbang riset dasar, formulasi dan pengelolaan kekayaan intelektual melalui Direktorat Inovasi & Kawasan Sains dan Teknologi. Pilar Business diisi oleh Cedefindo dari Martha Tilaar Group, yang memastikan produk kampus memenuhi standar produksi GMP, sehingga layak bersaing di pasar nasional dan berpotensi diekspor.

Pilar Community diwakili oleh Batu Love Garden (Jatimpark), yang membuka jalur distribusi langsung ke segmen wisata keluarga — orang tua yang mengunjungi Jatim Park adalah profil konsumen BOUMI: sadar kualitas, peduli produk untuk anak. Pilar Government hadir melalui BMU (Brawijaya Multi Usaha) UB yang merancang model revenue sharing antara UB, mitra industri, dan peneliti, menjaga keberianjutan ekosistem inovasi dari waktu ke waktu.

Perwakilan UB, para inventor, Baloga dan BMU, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)
Perwakilan UB, para inventor, Baloga dan BMU, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

“Adapun pilar Media berperan memperluas jangkauan narasi inovasi lokal ini kepada publik yang lebih luas. Bahwa riset Indonesia mampu melahirkan produk premium berdaya saing global. Kami tidak ingin riset kami hanya dibaca — kami ingin riset kami dirasakan,” tegas Prof. Unti.

Mengisi Ceruk Bisnis Konsumen Anak yang Selama Ini Kosong

Kaprodi Kesehatan Kulit Universitas Brawijaya, Dr. dr. Sinta Murlistyarini SpDVE, Subsp.DKE, FINSDV FAADV menyampaikan, pasar personal care anak di Indonesia selama ini terjebak di dua ekstrem. Di satu sisi, terdapat produk bayi yang formulasinya terlalu ringan untuk merespons aktivitas fisik anak usia sekolah yang tinggi. Di sisi lain, banyak orang tua yang akhirnya memilihkan produk dewasa yang kandungannya terlalu keras bagi kulit anak yang masih berkembang.

“Celah inilah yang menjadi titik berangkat BOUMI. Mayoritas produk kids care di pasar Indonesia masih menggunakan formulasi dewasa dengan sedikit penyesuaian, ini bukan kids care yang sesungguhnya,” tegas Ahli Dermatologi Kulit ini.

Disebutkannya, kulit anak memiliki struktur yang secara fundamentai berbeda dari kulit orang dewasa. Stratum komeum anak lebih tipis, lebih permeabel dan lebih rentan terhadap iritasi akibat bahan kimia keras.

“BOUMI dirancang dari awal dengan pendekatan dermatologi pediatrik: pH-balanced, bebas pewangi sintetis keras dan menggunakan emolien. Sehingga mendukung perkembangan skin barrier anak secara optimal, sebagai target pasar premium BOUMI,” imbuhnya.

Setelah meluncurkan tujuh produk lini pertama menyasar segmen anak-anak sebagai target pasar utama, lima produk lain akan segera dilaunching. Dengan target segmentasi pasar semua anak remaja hingga mahasiswa UB, sebagai target pasar internal kampus.

“Dalam waktu dekat, kami akan melaunching lima produk lain untuk remaja hingga mahasiswa. Dengan bahan baku kombucha dan bunga selasih, tentunya dengan harga kompetitif dibandingkan produk sejenis pesaing lain,” tandasnya.

Tujuh Produk BOUMI Kebutuhan Anak Aktif

BOUMI hadir sebagai satu rangkaian lengkap yang menemani anak dari bangun pagi hingga kembali ke rumah setelah beraktivitas. Lini pertamanya mencakup tujuh produk, di antaranya:
1. Unbelie Bubble Natural Shampoo, dengan kandungan Camellia Sinensis dan botanical extract beraroma bubblegum,
2. Bubble Pop Natural Body Wash, dengan ekstrak chamomile dan calendula beraroma herbal citrus,
3. Hi-To-Go Sun Protector SPF 30-4, berbasis inovasi stigma silk dengan aroma lavender,
4. Spring Daze Cologne, dari minyak atsiri jeruk yang tahan hingga tiga jam,
5. Mossy Body Spray, pelindung dari gigitan nyamuk berbasis eucalyptus oil dan lavender,
6. Bibble Babble Hand Wash, dengan pro-vitamin B5 dan citrus oil,
7. Peppy Pomade, dengan argan oil untuk menata rambut anak sebelum beraktivitas.

Seluruh produk dirancang dengan sensory experience yang menyenangkan, dari aroma, tekstur hingga kemasan. Agar rutinitas perawatan diri tidak lagi menjadi drama bagi orang tua, melainkan momen yang ditunggu-tunggu anak.

“Boumi bukan sekadar produk. Ini adalah bukti bahwa produk Indonesia bisa berbahan lokal. Dari laboratorium kita sendiri, untuk generasi kita,” ungkap Dr. Sinta.

Atsiri Nusantara sebagai Fondasi Ilmiah Produk Bernilai Tambah Tinggi

Kepala Institute Atsiri UB, Prof. Warsito mengatakan, formulasi BOUMI adalah kekayaan Atsiri Indonesia yang selama ini lebih dikenal sebagai komoditas ekspor bahan baku. Padahal, jika diolah dengan baik akan menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Indonesia merupakan salah satu produsen minyak atsiri terbesar dunia, mulai nilam, cengkeh, pala, dan jahe merah ada di antara yang paling dikenal. Namun rantai nilainya hampir seluruhnya diekspor dalam bentuk mentah. Boumi membuktikan atsiri adalah sains, bukan sekadar wangi, Boumi mengubah paradigma itu,” tegas Prof. Warsito.

Menurutnya, senyawa aktif atsiri lokal bukan sekadar pemberi aroma. Atsiri memiliki fungsi: antimikroba, antiinflamasi dan moisturizing untuk kulit anak. Dan bukan kiaim pemasaran, namun data saintifik yang lahir lebih dari 10 tahun riset.

“Kami telah melakukan riset lebih dari 10 tahun pada lebih dari 40 spesies tanaman atsiri Indonesia. Seluruh formulasi BOUMI melewati uji keamanan dan efikasi secara ketat sebelum masuk ke lini produksi bersama Cedefindo,” imbuhnya.

Produk Boumi Hasil Riset Bahan Alami

Di antara tujuh produk BOUMI, Hi-To-Go Sun Protector menjadi yang paling mencuri perhatian dari kalangan ilmiah maupun Industri. Produk ini menggunakan Stigma Silk – lebih dikenal sebagai rambut jagung – sebagai bahan aktif utama formulasi sunscreen.

Penemu inovasi Hi-To-Go Sun Protector, Dr. Rosalina Ariesta Laeliocattleya SSi MSi menyebutkan, selama ini, stigma silk adalah limbah pertanian yang dibuang dan dibakar. Dalam penelitiannya, stigma silk mengandung senyawa ferulic acid dan flavonoid yang memiliki kapasitas absorpsi UV signifikan.

“Formulasi sunscreen berbasis stigma silk ini telah melewati uji SPF secara In Vitro maupun in vivo. Dengan hasil konsisten memenuhi standar SPF 30 yang direkomendasikan untuk anak-anak di iklim tropis,” jelas Dr. Ocha, sapaan akrab dosen Teknologi Pertanian UB ini.

Menurutnya, ssetiap botol Hi-To-Go Sun Protector yang terjual secara langsung menciptakan permintaan baru. Sekaligus mensejahterakan petani jagung atas permintaan rambut jagung sebagai bahan baku utama.

“Yang selama ini kita buang ternyata menyimpan perlindungan. Itulah esensi inovasi berbasis alami,” pungkasnya. (rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id