Pemkot Malang Mulai Data Calon Siswa Sekolah Rakyat, Pendaftaran Resmi Tunggu Juknis Kemensos

Pemkot Malang Mulai Data Calon Siswa Sekolah Rakyat, Pendaftaran Resmi Tunggu Juknis Kemensos
Pemkot Malang Mulai Data Calon Siswa Sekolah Rakyat, Pendaftaran Resmi Tunggu Juknis Kemensos

Malang, SERU.co.id – Pemkot Malang melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) mulai mendata calon siswa Sekolah Rakyat. Hal itu dilakukan sembari menunggu juknis dari Kemensos terkait pendaftaran resmi siswa baru Sekolah Rakyat.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito mengungkapkan, PKH dan Puskesos mulai menyisir calon siswa dari keluarga desil 1 dan 2. Pendataan diutamakan menyasar anak yang usianya akan masuk jenjang SMP maupun SMA.

Bacaan Lainnya

“Kalau untuk Sekolah Rakyat, petunjuk syarat teknis pendaftarannya memang masih belum ada dari Kementerian Sosial. Namun teman-teman PKH dan Puskesos sudah mulai mendata masyarakat yang masuk DTKS desil 1 dan 2,” seru Donny, Jumat (22/5/2026).

Pemkot Malang Mulai Data Calon Siswa Sekolah Rakyat, Pendaftaran Resmi Tunggu Juknis Kemensos
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang menjelaskan pihaknya mulai menyisir data calon siswa Sekolah Rakyat. (bas)

Diakuinya, sejumlah warga juga mulai menunjukkan minat untuk mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat. Namun seluruh data tersebut masih dikumpulkan sambil menunggu kepastian teknis dari pemerintah pusat.

“Sudah ada beberapa yang mengajukan atau bertanya terkait pendaftaran. Tetapi masih kami kolektifkan, karena belum ada kepastian mengenai jumlah siswa yang diterima maupun jumlah rombongan belajar yang akan dibuka,” ungkapnya.

Donny menjelaskan, pembukaan pendaftaran secara resmi dilakukan setelah Kemensos menetapkan kuota dan jumlah rombel untuk Kota Malang. Jika kuota telah ditetapkan, pihaknya segera membuka pendaftaran secara luas sekaligus melakukan penjangkauan aktif kepada calon siswa berdasarkan data DTKS.

“Begitu juknis keluar, kami langsung bergerak. Bisa dengan membuka pendaftaran secara umum maupun menghubungi langsung calon siswa berdasarkan data yang sudah kami miliki,” jelasnya.

Terkait pembelajaran tahun ajaran baru 2026/2027, Donny menyebut kegiatan belajar mengajar direncanakan dimulai bersamaan dengan kalender pendidikan sekolah reguler. Adapun terkait lokasi sekolah, dipastikan masih tetap menempati area yang sama dengan saat ini, baik jenjang SRMP maupun SRMA.

“Untuk tahun ajaran ini kemungkinan masih di lokasi yang sekarang. Karena lokasi yang diusulkan Pemkot masih belum dibangun dan kemungkinan masuk gelombang kedua,” tandasnya. (bas/ono)

 

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id