PJT I Gelar Tebus Murah Sembako Rp30.000 di Malang, Ngawi dan Banjarnegara

PJT I Gelar Tebus Murah Sembako Rp30.000 di Malang, Ngawi dan Banjarnegara
Animo masyarakat berbelanja tebus murah sembako Rp30.000 di Malang, Ngawi dan Banjarnegara. (dok Humas PJT I)

Malang, SERU.co.id – Perum Jasa Tirta (PJT) I kembali menyelenggarakan kegiatan pasar murah bagi masyarakat di bulan Ramadan tahun 2026. Ratusan paket sembako disediakan melalui Program Tebus Murah Sembako (TMS) di tiga kota, yakni Malang, Ngawi dan Banjarnegara. Paket sembako senilai Rp120.000 ditebus murah hanya Rp30.000.

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat mengatakan, program pasar murah atau Tebus Murah Sembako (TMS) ini merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat. Khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Terlebih di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri seringkali terjadi fluktuasi dan lonjakan harga pangan.

Bacaan Lainnya

“Setiap paket sembako terdiri atas: beras 3 kilogram, minyak goreng, tepung terigu, gula, garam, dan mi instan senilai Rp.120.000. Dapat ditebus hanya seharga Rp30.000 per paket,” seru Fahmi, dalam keterangan resminya kepada SERU.co.id, Kamis (5/3/2026).

PJT I gelar tebus murah sembako Rp30.000 di Malang, Ngawi dan Banjarnegara. (dok Humas PJT I)
PJT I gelar tebus murah sembako Rp30.000 di Malang, Ngawi dan Banjarnegara. (dok Humas PJT I)

Program TMS merupakan agenda rutin Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I setiap Ramadan. TMS perdana digelar di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang pada pekan pertama Ramadan. Dengan menyiapkan 200 paket sembako murah kepada masyarakat.

Selanjutnya, program dilaksanakan di Desa Grudo dan Desa Selopuro, Kabupaten Ngawi di wilayah tepian Sungai Bengawan Solo dengan total 150 paket sembako. Di Ngawi, PJT I bekerja sama dengan Komunitas Kecanduan Sedekah Ngawi (KSN). Rangkaian selanjutnya dilaksanakan di Banjarnegara pada 5 Maret 2026

“Dengan selisih harga yang jauh lebih murah dari harga pasar, kami berharap TMS ini mampu meringankan beban kebutuhan masyarakat. Baik selama Ramadan maupun menjelang Hari Raya,” imbuh Fahmi.

Fahmi menyampaikan, Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Melalui Program TMS tersebut, ia ingin memastikan kehadiran BUMN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya dalam pengelolaan sumber daya air, tetapi juga dalam kontribusi sosial yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG, Andriana Kartikasari menyampaikan, setiap kegiatan TMS juga disertai sosialisasi. Mengenai peran dan tugas PJT I dalam pengelolaan sumber daya air.

“Masyarakat, khususnya tinggal di bantaran sungai, kami ajak untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran,” ungkap Andriana.

Edukasi tersebut menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kualitas air demi keberlanjutan ekosistem dan ketersediaan air bagi generasi mendatang. Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya:

• Tujuan 1, Tanpa Kemiskinan
• Tujuan 2, Tanpa Kelaparan, serta
• Tujuan 12, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Melalui integrasi program sosial dan edukasi lingkungan, PJT I berupaya memastikan, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan dalam aspek operasional pengelolaan sumber daya air. Tetapi juga dalam pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, TMS digelar juga untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. Khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, memperluas pemerataan kesejahteraan. Serta membangun pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. (*/rhd)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id