Pamekasan, SERU.co.id – Kelompok 30 Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan program kerja dengan tema “Sosialisasi Anti Bullying” di SDN 2 Buddagan, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (10/1/2026)
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung pada awal Januari 2026 dan diikuti antusias oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, serta para guru pendamping.
Ketua kelompok pengabdian kepada masyarakat, Bagas menjelaskan, sosialisasi anti bullying ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya dalam upaya untuk menciptakan generasi muda yang memiliki karakter positif dan empati tinggi.
“Kelompok kami ingin anak-anak memahami bahwa tindakan mengejek, mendorong, mengucilkan, atau menertawakan teman adalah bentuk bullying yang tidak boleh dilakukan. Dengan bahasa sederhana dan permainan edukatif, kami mencoba membuat mereka mengerti bahwa menghormati perbedaan adalah hal yang indah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak sekolah dasar mengenai pentingnya menghargai sesama, menolak kekerasan dalam bentuk apa pun, dan membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta penuh kasih.
Menurutnya, bullying di lingkungan sekolah bukan hanya tentang kekerasan fisik, tetapi juga mencakup kekerasan verbal dan sosial seperti mengejek, mengucilkan, atau menyebarkan rumor.
Oleh karena itu, kelompok 30 mahasiswa UTM pengabdian kepada masyarakat dalam sosialisasinya menekankan pentingnya empati, kerja sama, dan saling menghargai satu sama lain.
Salah satu anggota kelompok, Dimas menambahkan, pendidikan karakter seperti ini penting untuk membentuk lingkungan belajar yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga diajak untuk membuat bingkai foto anti bullying dengan menggambar dan menulis pesan positif, seperti “Stop Bullying”. (*/ono)







