Pamekasan, SERU.co.id – Kelompok 30 Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan program kerja dengan tema “Plakat Penunjuk Arah Jalan dan Plakat Edukasi Stop Pencemaran Lingkungan” di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jumat (9/1/2026)
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membantu mempermudah mobilitas warga dan pengunjung desa melalui pemasangan plakat penunjuk arah di titik-titik strategis.
Inisiatif ini merupakan bagian dari bentuk nyata kontribusi Kelompok 30 Pengabdian Kepada Masyarakat UTM dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat pedesaan, khususnya terkait meningkatnya permasalahan sampah dan kurangnya sarana informasi publik di kawasan desa.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan di Desa Buddagan yang masih menghadapi persoalan pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah pertanian.
Melihat hal tersebut, kelompok mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat UTM berinisiatif untuk menghadirkan media edukasi sederhana berupa plakat berisi pesan-pesan lingkungan seperti berapa lama sampah terurai, dari yang tidak bisa terurai sampai sampah yang bisa terurai dengan kurun waktu 1 bulan.
Plakat-plakat ini dipasang di lokasi-lokasi strategis seperti jalan desa, dekat sekolah, area perumahan warga, dan tempat umum yang sering digunakan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah sembarangan. Selain itu, mahasiswa juga membuat plakat penunjuk arah menuju desa tetangga.
Melalui program “Plakat Penunjuk Arah Jalan dan Plakat Edukasi Stop Pencemaran Lingkungan” ini, kelompok mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat UTM tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas lingkungan Desa Buddagan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Pamekasan untuk mengembangkan program serupa yang mengedepankan edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan adanya sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa, cita-cita menuju lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan di Madura khususnya Pamekasan bukan lagi sekadar wacana, tetapi langkah nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak. (*/ono)







