Terkait fasilitas UTBK-SNBT di UM, menurut Prof Hariyono sudah cukup memadai. Karena itu, tahun ini UM menggelar UTBK tanpa melibatkan fasilitas kampus lain seperti tahun sebelumnya. Termasuk antisipasi kecurangan, UM telah membekali para pengawas dengan pengetahuan soal pola-pola kecurangan.
“Jadi petugas teknis dan pengawas sudah kami bekali pola-pola atau kecenderungan kecurangan atau joki. Itu sudah kami sampaikan minggu lalu, sehingga potensi kecurangan diawasi dengan ketat,” terangnya.
Bahkan menurutnya, pengawas juga akan mencatat setiap gerak gerik peserta. Selain itu pihaknya juga menyiapkan pantauan melalui CCTV tiap ruangan untuk mengantisipasi adanya kecurangan yang bisa merugikan peserta lain.
“Sehingga kemungkinan peserta menggunakan joki atau kecurangan bisa kami antisipasi,” pungkasnya.
Senada, UM juga menyiapkan metal detector sebagai upaya mengantisipasi kecurangan. Menurut Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang, Prof Dr H Ibrahim Bafadal, MPd, langkah itu dilakukan mengingat adanya pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dengan adanya pemeriksaan metal detector, bisa membatasi peluang kecurangan tersebut.
“Segala bentuk peluang (kecurangan) kita batasi, termasuk nanti, misalnya, begitu masuk tas nya diluar dulu. Nah begitu duduk, baru dipakai metal detector ke semua peserta. Di cek satu persatu,” beber WR I UM periode 2022-2027 tersebut.
Ibrahim melanjutkan, upaya itu menciptakan ujian yang mampu menjadi tolak ukur obyektif kepada calon peserta ujian. Serta memastikan para peserta peserta ujian memang siap mengikuti pendidikan di UM dengan cara jujur tanpa kecurangan.
“Tentu tes ini ingin obyektif, tidak ada kecurangan-kecurangan, sebab kita ingin mencari calon-calon yang benar-benar siap sekolah. Punya kesiapan dari segi kemampuan, siap untuk mengikuti pendidikan di UM. Karena itulah harus jujur, tidak boleh ada kecurangan, itu menjadi perhatian kita,” tegasnya. (rhd)
Baca juga:
- Toleransi Nyata, Gereja di Malang Jadi Persinggahan Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU
- Penonaktifan Mendadak PBI BPJS Kesehatan Picu Kekacauan, Begini Respon BPJS dan Kemensos
- Sepanjang 2025, 24 Ribu Wisatawan Asing Kunjungi Obyek Wisata Coban Sewu
- PCNU Kota Malang Dirikan 100 Posko Layanan Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU
- Kodim 0833 Gelar Gerakan Indonesia ASRI, Wujud Lingkungan Bersih dan Sehat








