Batu, SERU.co.id – Kenaikan harga BBM terjadi beberapa hari lalu cukup mengejutkan semua pihak. Sontak saja, pasca pengumuman kenaikan BBM itu langsung berimbas pada naiknya harga barang termasuk tarif angkutan umum sebagai salah satu sektor transportasi. Untuk itu pihak-pihak terkait operasional angkutan umum berembug untuk mendapatkan kepastian berapa naiknya tarif angkutan.
Ketua Asosiasi Pengemudi Mobil Penumpang Umum (APMPU) Kota Batu, Aro Sujarwo mengatakan, sektor transportasi khususnya angkutan kendaraan umum sangat terdampak dengan kenaikan BBM. Pihaknya berencana menaikkan tarif angkot sebanyak 20 persen. Rencana kenaikan ini tengah dimusyawarahkan bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda).
“Kenaikan itu jelas berdampak pada aktivitas kami,” seru Ketua APMPU Kota Batu, Aro Sujarwo.
Pembahasan kenaikan tarif juga akan dibahas bersama Dinas Perhubungan. Tujuannya agar tarif baru yang ditetapkan tidak terlalu membenani masyarakat. Kenaikan tarif angkot memang tidak bisa terhindarkan. kenaikan ini juga nanti akan berpatok pada 9 jalur yang ada.
“Kota Batu ini kan geografisnya naik turun. Kita menghitung berdasarkan kebutuhan bahan bakar lalu jalur juga,” tutur Aro.
Sementara itu, salah satu pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batu, Heri junaedi menyebut, saat ini masih ada 357 mobil angkutan umum di Kota Batu. Keberadaannya bisa dikatakan relatif sepi. Terkadang rejeki datang saat ada panggilan mendadak dari pengunjung wisata yang akan menggunakan angkot ke sebuah tempat wisata secara rombongan.
“Kalau ada permintaan seperti itu kita saling mengabari,” tukasnya. (dik/mzm)
Baca juga:
- Toleransi Nyata, Gereja di Malang Jadi Persinggahan Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU
- Penonaktifan Mendadak PBI BPJS Kesehatan Picu Kekacauan, Begini Respon BPJS dan Kemensos
- Sepanjang 2025, 24 Ribu Wisatawan Asing Kunjungi Obyek Wisata Coban Sewu
- PCNU Kota Malang Dirikan 100 Posko Layanan Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU
- Kodim 0833 Gelar Gerakan Indonesia ASRI, Wujud Lingkungan Bersih dan Sehat








