“Untuk hp memang ada dirumah. Tapi itu berbagi dengan anak saya. Saya rasa nggak perlu pakai peraturan semacam itu. Karena saya juga nggak berani kalau ke pasar bawa hp. Takut hilang,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, pihaknya belum ada aksi apapun terkait wacana tersebut. Sebab belum ada laporan yang masuk dari dinas terkait. Menurutnya wacana itu tak akan memberikan dampak yang berarti bagi Kota Batu.
“Saya belum dilapori terkait hal tersebut. Misal ada sosialisasi atau apapun dari dinas terkait. Tapi saya lihat ketika di kota lain rebutan Migor, di Batu anteng saja dan kondusif,” pungkasnya. (dik/mzm)
Baca juga:
- Bupati Lamongan Resmikan Jalan Plembon–Made, Proyek IJD Rp28,1 Miliar
- 200 Becak Listrik Magnet Wisatawan Kota Malang, Pemkot Tata Tarif dan Sistem Operasional
- Menghidupkan Kembali “De Kleine Zwitserland”, Batu Heritage Walk 2026 Gali Potensi Museum Hidup di Kota Batu
- Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Rp2,7 Juta per Gram, Begini Cara Belinya
- 200 Pengayuh Becak Lansia di Kabupaten Malang Terima Bantuan Becak Listrik







