Jakarta, SERU.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan masyarakat untuk menggelar Salat Idul Fitri 1442 H di rumah saja. Hal ini sebab melihat kondisi pandemi covid-19 yang masih belum terkendali.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, salat Idul Fitri dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan. Hal ini akan menimbulkan kemungkinan timbulnya klaster baru.
“Salat Idul Fitri ini karena akan menimbulkan kerumunan, karena akan menimbulkan kelompok harus kita lebih utamakan keselamatan, supaya tidak menimbulkan penularan klaster baru,” ujar Amirsyah, Jumat (23/4/2021).
Amirsyah juga menyarankan silaturahmi saat lebaran untuk dilakukan secara virtual tanpa bertemu secara langsung. Menurutnya, bertemu secara virtual juga dapat meningkatkan suasana hangat di tengah keluarga.
Baca Juga :
- Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Diduga Jual Jabatan hingga Kamuflase CSR
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Gunung Bulusaraung, Disebut Menabrak Gunung
- Dua Pria Masturbasi di Bus Transjakarta Terancam Bui Setahun, Ini Cara Melawannya
- Pelunasan Haji Khusus 2026 Ditutup, Jawa Timur Tembus Serapan 103,79 Persen
“Ini akan lebih meningkatkan suasana yang hangat di tengah-tengah keluarga, dan terhindar dari kerumunan di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan Ramadan tahun ini baiknya dijadikan sebagai momentum menurunkan penyebaran covid-19. Ia juga meminta masyarakat untuk mengambil pelajaran dari lonjakan kasus di India.
“Insya Allah saya yakin saya optimis tentu dengan penuh ikhtiar bahwa ramadan dapat kita jadikan momentum untuk menurunkan penyebaran covid dan sekaligus kita doakan mudah-mudahan Ramadan 1442 H bisa kita hadapi bahwa covid ini bisa berhenti sirna dari NKRI,” pungkasnya.
Di Indonesia, total kasus covid-19 mencapai lebih dari 1,5 juta kasus dengan kasus meninggal dunia sebanyak 44 ribu orang lebih. (hma/rhd)








