Malang, SERU.co.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di Kota Malang masih jauh dari target hingga pertengahan Tahun 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat realisasinya masih dikisaran 30 persen, sehingga pihaknya harus bekerja ekstra sampai akhir tahun nanti demi mencapai target yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat ST MLing mengungkapkan, realisasi retribusi parkir hingga 30 Juni 2026 baru mencapai Rp5.433.442.443. Nilai tersebut setara 36,22 persen dari target tahun ini sebesar Rp15 miliar.
“Kontribusi terbesar masih bersumber dari dua sektor, yaitu parkir tepi jalan umum dan parkir khusus. Tapi, capaian parkir tepi jalan umum masih menjadi PR, karena baru menyumbang Rp2.773.018.637 dari target Rp8,5 miliar,” seru Rahmat saat dikonfirmasi awak media melalui telepon, Jumat (3/7/2026).
Menurut Rahmat, potensi pendapatan retribusi parkir masih terbuka lebar mengingat Kota Malang memiliki sekitar 815 titik parkir tepi jalan umum. Karena itu, pihaknya akan memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan parkir untuk mengoptimalkan PAD.
Selain pengawasan, Dishub juga menyiapkan penerapan pembayaran parkir menggunakan QRIS. Skema tersebut masih menunggu pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Parkir yang mengatur mekanisme pembayaran beserta imbal jasa pengelolanya.
“QRIS di parkir tepi jalan umum masih menunggu Ranperda Penyelenggaraan Parkir diundangkan. Nantinya pembayaran langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD),” ungkapnya.
Sementara itu, sektor parkir khusus menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik. Hingga akhir Juni, realisasinya mencapai Rp2.660.423.806 atau 40,93 persen dari target Rp6,5 miliar.
“Ada enam lokasi parkir khusus yang kami kelola langsung. Antara lain di Stadion Gajayana, Malang Creative Center (MCC), Block Office, RSUD Kota Malang, Pasar Induk Gadang dan Gedung Parkir Kayutangan,” terangnya.
Selain itu, terdapat 25 titik parkir khusus yang dikelola oleh juru parkir. Titik tersebut tersebar d banyak pasar, terminal hingga Puskesmas.
“Yang dikelola Jukir seperti di Pasar Blimbing, Pasar Besar, Terminal Arjosari, Pasar Bunulrejo, Pasar Lesanpuro, Pasar Bunga, Tarekot. Ada juga di sejumlah Puskesmas,” tandasnya. (bas/mzm)









