Sambut Solo Batik Carnival 2026, Wawali Astrid Tinjau Sentra Industri Mojosongo

Sambut Solo Batik Carnival 2026, Wawali Astrid Tinjau Sentra Industri Mojosongo
Astrid Widayani melakukan peninjauan langsung ke sentra industri di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, pada Rabu (1/7/2026). (Seru.co.id/gts)

Solo, SERU.co.id – Sebagai persiapan menuju gelaran Solo Batik Carnival (SBC) 2026 yang mengangkat tema “Sentra Industri Unggulan Kota Bengawan”, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani melakukan peninjauan langsung ke sentra industri sangkar burung di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, pada Rabu (1/7/2026).

Kegiatan ini sekaligus untuk melihat potensi karya yang nantinya akan diangkat menjadi bagian dari ornamen busana yang akan dikenakan Astrid Widayani saat berparade dalam acara tersebut. Sebelumnya, ia juga telah mengunjungi sentra industri pembuatan kok bulu tangkis di Kecamatan Serengan.

Setelah meninjau lokasi, Wawali Astrid mengaku sangat kagum dengan kualitas hasil karya pengrajin setempat. Ia menegaskan, apa yang dilihatnya membuktikan bahwa potensi industri di Mojosongo sangat besar dan tak terbatas.

Ia menjelaskan, pembuatan sangkar burung di Mojosongo tidak hanya mengedepankan fungsi semata, melainkan juga nilai seni tinggi. Para pengrajin mampu mengolah berbagai bahan, mulai dari kayu, akrilik, hingga memanfaatkan limbah paralon menjadi produk berkualitas premium.

“Sangkar burung di sini bukan sekadar barang pakai, tapi sudah menjadi karya seni bernilai tambah tinggi. Pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai ekonomi, bahkan sudah menembus pasar internasional, ini potensi yang wajib terus kita dukung,” seru Astrid.

Menurutnya, sentra industri di Kota Solo telah membangun ekosistem usaha yang melibatkan banyak warga, sehingga dampak nyatanya langsung terasa bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen penuh mendukung pengembangan ini. Kami ingin produknya makin berkembang, nilainya bertambah, perekonomian bergerak, dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik usaha pembuatan sangkar burung, Eko Alif Murianto, menyambut baik kunjungan Wawali Astrid. Ia mengaku telah menggeluti usaha ini selama sembilan tahun dan mampu memproduksi sekitar 25 unit sangkar polos serta 15 unit sangkar bermotif dalam satu kali pemesanan.

Eko menyebutkan, pasar luar negeri menjadi tujuan utamanya karena daya beli dan nilai tukar mata uang yang lebih menguntungkan. Ia pun berharap dukungan pemerintah dapat mendorong lebih banyak pelaku UMKM lain untuk terus berkarya.

“Harapannya kunjungan ini bisa memacu semangat teman-teman pengusaha lain agar terus maju. Bagi saya sendiri, saya ingin pemasaran produk ini bisa meluas ke lebih banyak negara lagi,” ujar Eko. (gts/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *