Berkat Bedah Rumah Pramuka, Keluarga Adi Tak Lagi Tinggal di Rumah Berdinding Banner

Berkat Bedah Rumah Pramuka, Keluarga Adi Tak Lagi Tinggal di Rumah Berdinding Banner
Arumi Bachsin menyerahkan plakat bantuan renovasi rumah kepada istri Adi, Hanim Ainun Jariah. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Sukacita menyelimuti keluarga Adi Dharma Sisworo dan Hanim Ainun Jariah setelah rumahnya direnovasi melalui program Bedah Rumah Kwarda Pramuka Jawa Timur. Berkat program bedah rumah, mereka kini bisa menempati hunian layak dan tidak lagi menempati rumah berdinding banner.

Adi mengungkapkan, selama bertahun-tahun, ia bersama istri dan anak-anaknya tinggal di rumah dengan kondisi yang jauh dari kata layak. Sebagian ruangan, seperti kamar, dapur dan kamar mandi hanya ditutupi banner serta anyaman bambu.

“Selama ini kami tinggal di bagian depan rumah. Sementara di belakang, kamar, dapur, dan kamar mandi hanya ditutup banner dan bambu. Kondisinya memang tidak layak dihuni,” seru Adi, Jumat (26/6/2026).

Rumah yang merupakan bagian dari rumah orang tuanya itu mulai direnovasi pada 9 Juni dan rampung pada 20 Juni 2026. Dalam waktu sekitar dua pekan, ruang tamu, satu kamar tidur, dapur dan kamar mandi berubah menjadi tempat yang lebih layak.

Arumi Bachsin bersama Wali Kota Malang dan Adi Dharma Sisworo mengecek kondisi area dalam rumah. (Seru.co.id/bas)
Arumi Bachsin bersama Wali Kota Malang dan Adi Dharma Sisworo mengecek kondisi area dalam rumah. (Seru.co.id/bas)

“Bantuan ini harapan kami di tengah kondisi ekonomi keluarga kami sekarang. Apalagi mulai Oktober 2025, saya kehilangan pekerjaan sebagai tenaga pengamanan setelah mengabdi selama 20 tahun akibat kebijakan batas usia,” ungkapnya.

Kini, sambil menunggu kesempatan kerja baru, ia bersama sang istri aktif sebagai pembina Pramuka. Ia mengaku senang menggeluti dunia Pramuka, karena banyak menanamkan pendidikan karakter bagi generasi muda.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kwarda Jawa Timur dan Kwarcab Kota Malang yang sudah melaksanakan bedah rumah di tempat tinggal kami. Semoga apa yang dikerjakan menjadi berkah bagi semuanya dan menjadi kebahagiaan bagi kami yang menerima manfaat,” tuturnya.

Sementara, Wakil Ketua Pembina Anggota Muda Kwarda Pramuka Jawa Timur, Arumi Bachsin mengatakan, rumah Ade termasuk kategori kerusakan berat. Sehingga, dilakukan pembangunan ulang secara menyeluruh.

“Yang kami bangun bukan rumah mewah, tetapi rumah layak huni. Dengan anggaran yang terbatas dan semangat gotong royong, kami ingin memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat,” kata Arumi.

Ia menjelaskan, proses penentuan penerima bantuan dilakukan melalui verifikasi ketat yang melibatkan gugus depan, Kwarcab, hingga pemerintah daerah. Adapun progres bedah rumah Adi Dharma Sisworo kini tinggal menunggu proses finishing saja.

“Target kami itu sebetulnya renovasi 1.000 rumah dan sampai saat ini sudah 700. Nah, renovasi rumahnya ini dilakukan oleh gugus depan masing-masing kabupaten/kota,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kwarda Pramuka Jawa Timur. Menurutnya, penerima bantuan merupakan anggota aktif Pramuka Kota Malang yang selama ini tetap mengabdi meski hidup dalam keterbatasan.

“Pemerintah Kota Malang mengucapkan terima kasih atas perhatian Kwarda Jawa Timur. Kami juga akan membantu melengkapi beberapa bagian rumah yang masih kurang agar semakin layak dihuni,” jelas Wahyu.

Ia pun berharap, para anggota Pramuka bisa semakin berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Program bedah rumah ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan karakter, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat

“Pesan saya tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Tugas kita saling bergotong royong. Kalau tidak bisa dengan dana, bisa dengan tenaga atau kepedulian untuk melaporkan kondisi masyarakat,” tandasnya. (bas/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id