Pemkab Malang Optimis Bongkar Ratoon Tebu Selamatkan Produksi Gula di Tengah Ancaman Kemarau

Pemkab Malang Optimis Bongkar Ratoon Tebu Selamatkan Produksi Gula di Tengah Ancaman Kemarau
Ketika Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau jenis bibit tebu. (Seru.co.id/wul)

Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang optimis, melalui program Bongkar Ratoon Tebu dapat menggenjot hasil produksi tebu di tengah potensi kekeringan ekstrem. Dengan program ini, sektor perkebunan di Kabupaten Malang akan tetap stabil meskipun terkendala cuaca.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera menjelaskan, selain mengamankan komoditas pangan. Melalui program ini juga menjadi solusi Pemkab Malang dalam menjaga produktivitas sektor perkebunan, khususnya tebu.

Bacaan Lainnya

Dimana, di tahun ini saja Kabupaten Malang bakal menargetkan luasan lahan program bongkar ratoon. Atau pembongkaran tebu lama untuk diganti dengan benih baru yang lebih berkualitas, seluas 7.500 hektar.

“Potensi yang sudah terkumpul kisaran 2.500 hektar yang siap. Namun, ini masih harus melalui proses verifikasi dan validasi (verval) lagi secara teknis maupun administrasi,” seru Avicenna.

Dirinya mengatakan, untuk masyarakat yang berminat mengikuti program Bongkar Ratoon ini, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Seperti, kemauan untuk bergabung, ketersediaan lahan fisik yang jelas, serta pemenuhan kelengkapan administrasi melalui penyuluh kecamatan.

“Kami nanti akan kolaborasi dengan BRMP. BRMP akan memvalidasi usulan-usulan mana, potensi-potensi lahan yang akan dibongkar ratun ini, secara teknis dan administrasi,” bebernya.

Pria yang akrab disapa Avi itu mengakau, di tahun 2025 kemarin Kabupaten Malang berhasil mencatatkan produksi tebu yang impresif, lebih dari 4 juta ton. Di tengah ancaman cuaca ekstrem tahun ini, pemerintah daerah optimistis angka tersebut minimal dapat dipertahankan dan tidak mengalami penurunan.

“Dengan adanya perbaikan bongkar ratoon dan perbaikan benih, saya rasa akan ada peningkatan (produksi). Nanti akan kita evaluasi di akhir tahun,” bebernya.

Dirinya menerangkan, selain mengoptimalkan produksi pada lahan pertanian, upaya efisiensi pada pabrik gula juga sangat penting. Diketahui pula, banyak mesin pabrik gula di Malang yang merupakan peninggalan lama, sehingga perlu dilakukan peningkatan mesin guna mendongkrak kualitas pengolahan tebu menjadi gula.

“Karena pabrik kita ini sudah lama, kemudian tingkat efisiensinya juga mungkin harus sudah diperbaiki lagi, ditingkatkan lagi, direkondisi lagi, sehingga nanti efisiensinya meningkat. Karena eh efisiensi kualitas pengolahan itu tergantung mesin,” tuturnya.(wul/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id