​Malang, SERU.co.id – Sektor pariwisata yang kian kompetitif menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Malang resmi menggelar Tour Guide Development Program 2.
​Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Matondang, yang membuka acara secara resmi, menyampaikan bahwa pemandu wisata memegang peranan krusial dalam industri pelesiran.
​”Pramuwisata adalah ujung tombak pelayanan sekaligus wajah dari promosi wisata daerah kita. Oleh karena itu, peningkatan kualitas materi dan pelayanan mereka menjadi hal yang mutlak,” seru Firmando dalam sambutannya.
​Pelatihan intensif ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 – 12 Juni 2026, berpusat di Pendopo Pemerintah Kabupaten Malang. ​Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 pemandu wisata lokal dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.
​Untuk mencetak pemandu yang adaptif dan profesional, panitia menghadirkan para praktisi dan pemateri ahli di bidangnya. Sepanjang program, peserta dibekali dengan bimbingan teknis yang komprehensif, meliputi materi tentang Geotourism, PPGD & First Aid. Serta strategi promosi digital untuk mengenalkan destinasi dan materi Public Speaking
“Tidak hanya teori, para anggota aktif DPC HPI Malang juga turut turun tangan membagikan best practice (praktik terbaik) di lapangan. Mereka mengulas tuntas mulai dari wawasan kepemanduan riil, kode etik profesi, hingga seni melayani wisatawan dengan standar prima,” tutur Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Malang Raya Aris Rahma Cita Wimanda, S.S., M.Pd.
​Ketua DPC HPI Malang yang akrab disapa mbak Cita menegaskan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam mengupgrade kapasitas para pemandu. Sinergi dengan pemerintah daerah seperti ini diharapkan mampu menyokong terciptanya iklim pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Malang. Ia juga menambahkan, ​melalui Tour Guide Development Program 2 ini, diharapkan lahir generasi baru pemandu wisata yang mampu menjadi duta daerah yang cakap dalam memperkenalkan Malang kepada pelancong domestik maupun internasional.
​”Pramuwisata yang berkualitas adalah cerminan pariwisata daerah. Lewat peningkatan kompetensi yang konsisten ini, kita bergerak bersama membawa pariwisata Kabupaten Malang menjadi lebih maju, profesional, dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Para peserta kegiatan ini merupakan representasi dari lini terdepan destinasi wisata unggulan, antara lain ​Desa Wisata Wringinanom. ​Desa Wisata Gubugklakah, dan Desa Wisata Poncokusumo. ​Kawasan Wisata Coban Sewu dan ​Kawasan Wisata Malang Selatan. (dik/ono)









