*)Penulis: Shella Aprilia Pratama dan Saida Duriatul Muna
Institusi: PSDKU Universitas Brawijaya Kediri
PASURUAN – Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) terus memperkuat upaya hilirisasi hasil riset melalui pengembangan produk minuman berbasis tebu, Segar Cane. Produk yang merupakan inovasi turunan tebu ini kini menjadi fokus pengembangan pemasaran yang lebih terstruktur melalui pendekatan Business Model Canvas (BMC). Kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa Segar Cane memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai produk minuman siap minum yang praktis, menyegarkan, dan bercitra alami. Didukung ketersediaan bahan baku tebu yang melimpah serta tren konsumen yang semakin menyukai produk berbasis bahan alami, Segar Cane dinilai memiliki peluang pasar yang menjanjikan. Dalam beberapa tahun terakhir, P3GI melakukan berbagai pembaruan terhadap produk tersebut. Selain menjalani proses rebranding dari minuman sari tebu menjadi Segar Cane, produk ini juga mengalami penyesuaian tingkat kemanisan agar sesuai dengan preferensi konsumen modern yang lebih peduli terhadap kesehatan.
Dari sisi legalitas, Segar Cane kini telah didukung sertifikasi BPOM dan halal guna meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran. Hasil analisis Business Model Canvas menunjukkan bahwa kekuatan utama Segar Cane terletak pada proposisi nilainya sebagai minuman sari tebu siap minum yang praktis dan segar. Produk ini menyasar berbagai segmen konsumen, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Kehadiran dalam dua pilihan kemasan, yakni botol dan kaleng, juga memberikan fleksibilitas dalam strategi distribusi. Kemasan botol dinilai lebih sesuai untuk distribusi jarak dekat dengan perputaran produk yang cepat, seperti di kantin, koperasi, atau gerai sekitar lokasi produksi. Sementara itu, kemasan kaleng memiliki keunggulan untuk distribusi yang lebih luas karena lebih tahan terhadap mobilitas dan memiliki tampilan yang lebih premium.
Dari sisi pemasaran, P3GI memanfaatkan berbagai saluran distribusi, mulai dari penjualan langsung, platform digital, hingga partisipasi dalam pameran dan expo pangan. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas produk sekaligus memperkenalkan inovasi berbasis tebu kepada masyarakat yang lebih luas. Selain memperkuat saluran pemasaran, P3GI juga membangun kemitraan dengan berbagai pihak seperti minimarket, supermarket, restoran, kafe, hotel, katering, penyelenggara event kampus, expo UMKM, hingga kegiatan bertema gaya hidup sehat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk. Meski demikian, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih perlu diperbaiki. Pemanfaatan saluran digital dinilai belum optimal, sementara hubungan pelanggan masih didominasi oleh penanganan keluhan dan belum berkembang menjadi strategi retensi pelanggan yang lebih kuat.
Melalui hasil kajian ini, P3GI memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai arah pengembangan bisnis Segar Cane ke depan. Penguatan distribusi, optimalisasi pemasaran digital, serta peningkatan kemitraan strategis menjadi rekomendasi utama untuk mendukung pertumbuhan produk sekaligus memperluas dampak hilirisasi hasil riset di sektor pergulaan nasional. Dengan strategi pemasaran yang semakin sistematis dan terintegrasi, Segar Cane diharapkan tidak hanya menjadi produk inovatif hasil penelitian, tetapi juga mampu berkembang sebagai minuman berbasis tebu yang kompetitif di pasar nasional.
#PSDKU UB Kediri
#SDGs No. 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
#Universitas Brawijaya Kediri
#UB Kediri MBKM









