Malang, SERU.co.id – Expo Hasil Riset Politeknik Negeri Malang (Polinema) 2026 usai digelar di Graha Polinema. Acara ini menghadirkan berbagai inovasi kampus yang menjawab tantangan kebutuhan industri hingga persoalan masyarakat.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Prof Dr Ahmad Najib Burhani MA mengapresiasi Expo Hasil Riset Polinema 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat, industri dan pemerintah.
“Kampus tidak boleh menjadi ‘menara gading’ yang terpisah dari persoalan di lapangan. Melalui pameran hasil riset, berbagai inovasi yang dikembangkan akademisi dapat langsung menjawab kebutuhan di berbagai sektor,” seru Najib, Kamis (21/5/2026).
Ia menyebutkan, berbagai inovasi yang dilihatnya mulai dari pengembangan UMKM, energi, kelistrikan dan sektor lainnya. Semua inovasi tersebut dapat menjadi masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk dikembangkan lebih luas.
“Riset-riset yang dilakukan kampus harus terkait dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. Ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan industri,” ungkapnya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya keilmuan dan tenaga ahli yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha, khususnya UMKM. Karena itu, kampus berperan penting dalam mendukung inovasi dan pertumbuhan usaha melalui riset yang aplikatif.
“Selain itu, hasil-hasil penelitian yang dipamerkan juga bisa menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam menyusun berbagai kajian dan kebijakan. Perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah untuk menghasilkan solusi berbasis riset terhadap berbagai persoalan pembangunan,” ujarnya.
Najib menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan konsep kampus berdampak yang saat ini terus didorong pemerintah. Dampak yang dimaksud tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Kebermanfaatan riset bagi masyarakat secara sosial dan ekonomi merupakan bagian dari kampus berdampak. Namun, aspek akademiknya juga tetap harus dijaga sebagai fondasi agar dampak yang dihasilkan semakin kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Polinema, Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT menjelaskan, seluruh penelitian yang dikembangkan diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan permasalahan masyarakat. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan dapat langsung dimanfaatkan oleh mitra yang membutuhkan.
“Setiap penelitian di Polinema juga diwajibkan berkolaborasi dengan mitra sejak tahap awal. Langkah tersebut dilakukan agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tapi bisa memberikan dampak sosial dan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, hasil riset juga dimanfaatkan untuk memperkuat proses pembelajaran di lingkungan kampus. Temuan-temuan terbaru dari penelitian digunakan sebagai bahan ajar, pengembangan metode pembelajaran berbasis proyek maupun studi kasus.
“Sehingga, mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan sinergi antara riset, pembelajaran dan pengabdian masyarakat, akan menciptakan efek berkelanjutan dan mencetak lulusan Polinema yang berkualitas,” bebernya.
Dalam expo tersebut, Polinema juga menampilkan berbagai hasil riset yang telah diterapkan oleh pelaku UMKM. Bentuk implementasinya beragam, mulai dari produk inovasi, hibah peralatan, metode pemasaran, hingga pendampingan administrasi dan tata kelola usaha.
“Yang dipamerkan tidak hanya produk hasil penelitian. Tapi juga hasil pembinaan mulai dari proses produksi, pemasaran, hibah peralatan, hingga pendampingan yang telah kami lakukan kepada mitra,” pungkasnya. (bas/mzm)









