Petasan Membawa Duka, Aksi Premanisme Berujung Polisi

Petasan Membawa Duka, Aksi Premanisme Berujung Polisi
Korban Penganiayaan Hamdi. (Seru.co.id/edo)

Sumenep, SERU.co.id – Lebaran IdulFitri 2026 mestinya jadi simbol kemenangan bagi seluruh umat islam yang dirayakan dengan beragam cara. Salah satunya memainkan pesta kembang api atau pun petasan.

Namun, pesta kemenangan umat islam itu justru tidak dirasakan oleh Hamdi (34), pemuda asal Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hamdi malah mengalami dugaan penganiayaan oleh pria berinisal HD, pemuda asal Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.

Bacaan Lainnya

Aksi premanisme itu menyebabkan Hamdi mengalami luka memar di pelipis mata kanannya. Lantaran mendapat penganiayaan hingga bercucuran darah, Hamdi lantas lari ke temannya di Warung Kopi untuk membersihkan dan mengobati lukanya.

Tak terima atas dugaan penganiayaan, Hamdi lantas melaporkan kasus tersebut ke Polsek Lenteng dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (STPLP) nomor: LPM/B/05/III/2026/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jawa Timur, tertanggal 23 Maret 2026.

Menurut pengakuan pelapor, dirinya juga melakukan visum ke Puskesmas Lenteng untuk memastikan ada tidaknya dugaan penganiayaan atau penyebab terjadinya luka yang dialami pelapor. Setelah proses itu dilalui, maka terbitlah STPLP) nomor: LPM/B/05/III/2026/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jawa Timur, sebagai tanda bukti laporan diterima oleh polisi.

Berdasar pengakuan pelapor, peristiwa itu berlangsung dipinggir jalan raya Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Aksi pemukulan itu terjadi padeh hari Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Akibat kejadian itu, Hamdi mengalami luka dibagian wajah.

“Peristiwa penganiyaan berawal saat dirinya main petasan. Tiba-tiba terlapor menelpon salah satu temannya berinisial (J) yang diduga juga ikut berkumpul dengan pelapor atau korban penganiayaan,” ujarnya.

Menurutnya, dari isi percakapan dalam telepon, terlapor atau terduga pelaku itu seakan menunjukkan respon tidak suka terhadap korban karena telah main petasan. Isi percakapan itu didengar oleh korban,

Setelah itu korban pulang hendak ke Warung Kopi Daramista. Sebelum sampai warung, di jalan berpapasan dengan terduga pelaku inisial HD. Lalu dihampiri HD oleh korban guna menanyakan apa maksud nellpon inisial J tadi. “Saya menghampiri dan bertanya kenapa kalau saya main petasan. Apa saya salah?,” ujarnya.

Setelah ditanya, terlapor menghampiri korban seakan ingin memukul, lalu terduga pelaku atau terlapor didorong oleh korban hingga jatuh. Lantas terlapor bangun lalu menghajar korban hingga alami luka memar dan berdarah di pelipis mata sebelah kanan. Saat dipukul, korban berusaha membela diri namun pukulan terlapor tetap mengenai pelipis mata korba.

“Saya langsung dipukul mas, upaya saya dalam membela diri hanya sebatas menepis dan mendorong saja mas, tapi pukulan yang bertubi-tubi itu tetap saja mengenai bagian wajah saya sampai terluka mas,” kata Hamdi.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Lenteng, Bripka A.Andrianto mengatakan, laporan atas pemukulan sudah diterimanya. Pihaknya bakal segera menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku. “Ya mas benar kemarin ada laporan,” katanya.

Menurutnya, kepolisian sudah mendatangkan dua saksi korban untuk dimintai keterangan. Dari keterangan tersebut, polisi mengklaim bahwa saksi itu melihat luka yang dialami korban.

“Sampai dengan saat ini sudah kami periksa dua saksi. Saksi itu memang tidak melihat langsung kejadian tapi saksi tersebut yang melihat lukanya korban. Kali ini, semua bukti sudah dipastikan tercukupi untuk memenuhi prosedur hukum. Hanya saja tinggal menunggu hasil visum saja,” jelas Andri sapaan akrabnya. (edo/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id