Malang, SERU.co.id – Satpol-PP Kota Malang mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja di pinggir Jalan Veteran. Hal itu dilakukan untuk menekan keberadaan PKL yang kian membandel dan tak mempan kena razia.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol-PP Kota Malang, Mustaqim Jaya mengungkapkan, pihaknya sudah berkali-kali melakukan penertiban di kawasan tersebut. Bahkan sejumlah PKL telah menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring).
“Tipiring sudah berkali-kali dilakukan. Tapi para pedagang tetap nekat berjualan di area yang seharusnya steril dari aktivitas perdagangan,” seru Mustaqim, kemarin.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa Universitas Brawijaya menjadi salah satu alasan utama PKL terus kembali berjualan. Tingginya aktivitas mahasiswa membuat kawasan tersebut dianggap sebagai lokasi strategis untuk mencari pembeli.
“Mahasiswa bisa langsung belanja begitu keluar kampus. Mereka tidak merasa jauh-jauh untuk membeli sesuatu, jadi itu yang membuat PKL kembali lagi berjualan,” ungkapnya.
Karena itu, Satpol PP mengimbau mahasiswa dan masyarakat umum untuk tidak membeli di lokasi tersebut. Ia menegaskan, langkah itu penting untuk mengurangi minat PKL berjualan di kawasan terlarang.
Disamping itu, Mustaqim menilai sanksi tipiring saat ini masih terlalu ringan, sehingga belum memberikan efek jera. Para PKL umumnya hanya dikenai denda sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.
“Nilai dendanya dianggap kecil oleh mereka, sehingga tetap kembali berjualan. Kami berharap, Perda Parkir Kota Malang yang baru segera diterapkan untuk memberikan efek jera,” ujarnya.
Menurutnya, Perda tersebut dapat menjadi solusi lebih efektif, terutama bagi PKL yang menggunakan kendaraan untuk berjualan. Nantinya, kendaraan PKL yang melanggar berpotensi dikenai sanksi penggembokan.
“Untuk membuka gembok, pemilik kendaraan harus membayar biaya sekitar Rp500 ribu. Kalau dalam sebulan sampai beberapa kali kena gembok, biayanya bisa jutaan rupiah. Saya yakin mereka akan berpikir ulang untuk berjualan di situ,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan di lapangan, deretan PKL sampai saat ini masih terlihat memenuhi sisi Jalan Veteran. Bahkan, mereka juga memanfaatkan jalur hijau dan jalur sepeda pancal untuk berjualan di sekitar depan UB. (bas/ono)









