​Tetap Produktif di Hari Libur, Plt. Wali Kota Batu Pimpin Kerja Bakti Jalan Tembus Paralayang-Brau

​Tetap Produktif di Hari Libur, Plt. Wali Kota Batu Pimpin Kerja Bakti Jalan Tembus Paralayang-Brau
Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto bersama warga dan relawan membersihkan jalur tembus Paralayang - Brau. (dok.Prokopim)

​Batu, SERU.co.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengisi hari libur dengan aksi nyata dengan turun langsung dalam kegiatan kerja bakti massal, Minggu (10/5/2026). Dalam aksi gotong royong ini, Heli membaur bersama ratusan warga dan relawan untuk membersihkan material di jalan tembus Paralayang-Brau, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji.

Dalam kegiatan tersebut, Plt. Wali Kota mengapresiasi ratusan relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dari berbagai wilayah. Diantaranya FPRB dari Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, Desa Tulungrejo, hingga Desa Gunungsari. Heli yang didampingi pula oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut membersihkan badan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter.

Bacaan Lainnya

“Jalur ini sebelumnya tertutup material atau tidak tertata, kini berhasil kita bersihkan. Dengan menggunakan peralatan manual dan dukungan alat lapangan, tim gabungan bahu-membahu merapikan jalur agar aman dilalui kendaraan,” serunya.

Menurut Heli, ​kegiatan ini dilakukan untuk memastikan akses transportasi masyarakat kembali lancar. Sekaligus sebagai langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana di wilayah tersebut. Dirinya didampingi oleh sejumlah pejabat di antaranya, ​Esty Dwiastuti, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

“​Hadir juga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dian Fachroni dan perwakilan dari BPBD Kota Batu dan Kecamatan Bumiaji,” tuturnya.

​Dalam arahannya, Plt. Wali Kota Heli Suyanto menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembersihan jalan biasa. Selain untuk memperlancar mobilitas warga, ini adalah bagian dari upaya mitigasi, mengingat kawasan perbukitan seperti Brau merupakan jalur rawan longsor.

“Kehingga kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui kolaborasi semua pihak,” imbuhnya.

​Keterlibatan FPRB dari berbagai desa dan kelurahan di Kota Batu membuktikan bahwa semangat kepedulian lingkungan di kota wisata ini sangat tinggi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat jika terjadi kendala alam di masa mendatang. ​

“Kini, jalur tembusan yang menghubungkan ikon wisata Paralayang dengan wilayah Brau tersebut telah kembali dalam kondisi prima dan siap mendukung aktivitas harian warga maupun wisatawan dengan lebih aman dan nyaman,” jelasnya. (dik/ono)

 

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id