​Ipok Mumbul Garis Keras, Titik Temu Suporter, Sejarah Buk Gluduk dan Sensasi Kopi ‘Gluduk’

​Ipok Mumbul Garis Keras, Titik Temu Suporter, Sejarah Buk Gluduk, dan Sensasi Kopi 'Gluduk'
Kopi Mumbul Khas Malang. (dik)

​Malang, SERU.co.id – Kawasan Viaduk Jodipan, atau yang lebih populer dengan sebutan Buk Gluduk, kini memiliki daya tarik baru yang melampaui statusnya sebagai ikon sejarah. Di hadapan bangunan kolonial tersebut, sebuah warung kopi bernama Ipok Mumbul Garis Keras telah bertransformasi menjadi pusat gravitasi bagi komunitas suporter, khususnya Aremania dari wilayah Embong Brantas (Embran).

​Dikelola oleh Bambang, warung ini resmi mengusung identitas “Garis Keras” sejak Maret 2026. Nama tersebut bukan sekadar label, melainkan simbol loyalitas tanpa batas terhadap tradisi kopi dan dedikasi kepada komunitas. ​Meski kental dengan atmosfer Aremania, Ipok Mumbul justru menjadi “ruang tamu” yang hangat bagi suporter dari berbagai daerah.

​”Tempat ini selalu menjadi titik kumpul Korlap dan supporter Aremania saat persiapan untuk berangkat ke laga home maupun away,” seru Sam Bebe sapaannya.

Bacaan Lainnya
​Ipok Mumbul Garis Keras, Titik Temu Suporter, Sejarah Buk Gluduk, dan Sensasi Kopi 'Gluduk'
Penikmat Kopi Mumbul di Warkop Garis Keras, Embong Brantas Kota Malang. (dik)

​Sam Bebe mengungkapkan, tidak hanya sekedar tempat ngopi, tapi Warkop Mumbul Garis Keras ini sering digunakan untuk menampung rombongan suporter luar kota. Seperti The Jakmania hingga Viking Bandung biasa duduk ngopi sambil bercengkrama di tempat ini.

“Warung ini jadi saksi persaudaraan lintas suporter yang terjalin di meja kopi,” ungkap Sam Bebe.

​Sembari menyesap kopi, pengunjung disuguhi pemandangan langsung ke arah Buk Gluduk. Jembatan kereta api yang dibangun antara tahun 1879 hingga 1897 ini merupakan saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia yang tetap berdiri kokoh. ​Sensasi unik muncul ketika kereta api melintas di atas viaduk, menghasilkan suara gemuruh serupa guntur atau dalam bahasa lokal disebut “Gluduk”.

“Pengalaman ” Gluduk” inilah yang memberikan nyawa lebih pada aktivitas ngopi di tempat ini,” tuturnya.

​​Berbeda dengan tren kopi modern lainnya, Sam Bebe tetap mempertahankan ciri khas Kopi Malangan. Ia Menggunakan biji kopi gilingan kasar dengan aroma yang kuat. Nama ​Kopi Mumbul sendiri diambil dari fenomena ampas kopi yang muncul (mumbul) ke permukaan gelas saat diseduh.

​”Selain kopi hitam, juga tersedia kopi susu bagi pelanggan yang menyukai rasa manis tanpa menghilangkan karakter kopinya yang kuat,” imbuhnya.

​Suasana semakin hidup dengan iringan musik Rock yang menghentak, menciptakan perpaduan energi yang serasi dengan semangat para suporter yang hadir. ​Bagi wisatawan maupun warga Malang yang ingin merasakan pengalaman Midnight Coffee, Ipok Mumbul Garis Keras beroperasi pada Pukul 20.00 – 02.00 WIB. Disediakan Free WiFi untuk menunjang komunikasi pengunjung.

​”Semoga Ipok Mumbul menjadi pilihan penikmat kopi baik bagi warga Malang sendiri maupun wisatawan. Disini, sejarah kolonial, kultur sepak bola, dan tradisi kopi Malangan melebur menjadi satu cangkir yang tak terlupakan. ,” pungkas Sam Bebe. (dik/ono)

 

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id