Sustain-Bazaar 2026 Ajang Mahasiswa FEB UB Asah Skill Bisnis di Transmart Malang

Sustain-Bazaar 2026 Ajang Mahasiswa FEB UB Asah Skill Bisnis di Transmart Malang
Mahasiswa FEB UB terlibat dalam kegiatan Sustain-Bazaar 2026 untuk mengasah skill bisnis. (bas)

Malang, SERU.co.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menggelar kegiatan Management Enterpreneur Days yang bertajuk Sustain-Bazaar 2026. Kegiatan yang digelar di Transmart Malang ini menjadi sarana mengasah skill bisnis mahasiswa melalui praktik langsung di lapangan.

Ketua Pelaksana Management Enterpreneur Days UB, Abdurrahman Hakim SE MBA CPHR mengungkapkan, pembelajaran kewirausahaan tidak cukup di kelas saja. Mahasiswa perlu terjun langsung untuk memahami dinamika bisnis secara riil.

“Bisnis itu tidak bisa hanya dipelajari di atas kertas, tetapi harus dipraktikkan di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa kami ajak merasakan langsung bagaimana menjalankan usaha,” seru Hakim usai membuka kegiatan, Senin (4/5/2026).

Sustain-Bazaar 2026 Ajang Mahasiswa FEB UB Asah Skill Bisnis di Transmart Malang
Pembukaan kegiatan Management Enterpreneur Days yang bertajuk Sustain-Bazaar 2026 di Transmart Malang. (bas)

Kegiatan Sustain-Bazaar 2026 berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 4 hingga 31 Mei 2026. Sebanyak 309 mahasiswa terlibat sebagai peserta dengan total sekitar 60 tenant yang terdiri dari 42 booth mahasiswa serta partisipasi UMKM dan organisasi lainnya.

“Pada tiga hari terakhir nanti tanggal 29–31 Mei akan digelar pameran tambahan. Rencananya melibatkan lebih dari 80 peserta, sehingga total keterlibatan mencapai hampir 500 orang,” ungkapnya.

Diakuinya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas di Transmart yang tampak sepi. Ia berharap kehadiran bazaar mampu menarik pengunjung sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi mahasiswa.

“Ini juga menjadi tantangan bagi kami untuk ikut meramaikan kembali Transmart. Harapannya, mahasiswa bisa mendapatkan hasil yang maksimal sekaligus pengalaman berharga,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya berjualan, tetapi juga menjalankan pemasaran, pengelolaan stok, keuangan, hingga kerja sama kemitraan. Menariknya, mahasiswa didorong untuk berwirausaha tanpa harus bergantung pada modal besar, misalnya melalui sistem kolaborasi, reseller, hingga kerja sama dengan UMKM.

“Masalah terbesar dalam belajar wirausaha biasanya ada di modal. Karena itu, kami dorong mahasiswa untuk kreatif, misalnya berjualan tanpa modal besar dengan cara bermitra,” ujarnya.

Kegiatan bazar ini mengusung tema keberlanjutan (sustainability) dengan menekankan konsep green economy. Produk yang dijual diupayakan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan lebih mengedepankan bahan yang dapat digunakan kembali.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari 10 dosen yang terbagi dalam beberapa kelas. Evaluasi dilakukan setiap minggu, sementara mahasiswa juga diwajibkan membuat laporan harian (logbook) sebagai bahan refleksi dan perbaikan.

“Kami menerapkan konsep learning by doing. Mahasiswa belajar dari kesalahan yang mereka alami sendiri, kemudian dievaluasi dan diperbaiki secara bertahap,” jelas dosen FEB UB itu.

Hakim mengatakan, program ini bersifat berkelanjutan, digelar dua kali setiap tahun oleh Departemen Manajemen dan Departemen Kewirausahaan secara bergantian. Mahasiswa tidak hanya menjual produk, tetapi juga mengembangkan prototipe usaha yang nantinya akan diuji di tahap berikutnya.

“Untuk menarik minat masyarakat, promosi dilakukan secara masif lewat media sosial. Selain itu, area bazaar dilengkapi fasilitas yang nyaman, termasuk ruang kerja yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk belajar, berdiskusi, atau sekadar bersantai,” tandasnya. (bas/ono)

 

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id