BATU, SERU.co.id – Kehadiran destinasi wisata baru, Mikutopia, di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mulai memicu geliat ekonomi nyata bagi warga setempat. Salah satu terobosan yang lahir dari kehadiran objek wisata ini adalah terbentuknya unit usaha shuttle ojek dan mobil wisata yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tulungrejo.
​Layanan transportasi ini hadir sebagai solusi strategis atas keterbatasan akses kendaraan besar menuju lokasi wisata. Di sisi lain, unit usaha ini menjadi ladang penghasilan baru bagi warga desa yang sebelumnya mayoritas bergantung pada sektor pertanian atau kerja serabutan.
​Ketua BUMDes Tulungrejo sekaligus Ketua Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu, Mochammad Dadi mengungkapkan. Antusiasme masyarakat untuk terlibat dalam ekosistem wisata Mikutopia sangatlah tinggi. Hingga saat ini, pihaknya telah merangkul sekitar 100 warga lokal ke dalam sistem transportasi resmi desa.
​”Saat ini sudah terdata sekitar 80 personel untuk shuttle sepeda motor. Selain itu, kami juga menyediakan armada mobil Elf milik warga serta menjalin kerja sama dengan para sopir angkutan kota (Angkot),” ujar Dadi.
​Seluruh personel yang terlibat merupakan warga asli Desa Tulungrejo yang kini terdaftar resmi sebagai mitra unit usaha BUMDes. Sistem operasional shuttle ini melayani rute dari titik rest area desa menuju gerbang utama Mikutopia, sehingga sangat membantu kelancaran mobilitas wisatawan. ​Mengenai tarif, layanan ini dipatok dengan harga yang sangat terjangkau.
“Wisatawan hanya dikenakan biaya Rp5.000 untuk sekali jalan per orang, atau Rp10.000 untuk perjalanan pulang-pergi (PP),” tuturnya.
Versi Bahasa Inggris
​BUMDes Tulungrejo berkomitmen mengelola unit ini secara profesional. Setiap personel yang terdata diberikan pembekalan khusus mengenai standar pelayanan (hospitality) dan aspek keselamatan demi kenyamanan wisatawan. ​Dadi juga berharap keberadaan Mikutopia tidak hanya menjadi daya tarik wisata semata, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
​”Melalui unit shuttle roda dua dan roda empat ini, kami ingin memastikan perputaran uang tetap berada di dalam desa. Hal ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga para driver di lingkungan kami,” pungkasnya. (dik/mzm)









