Malang, SERU.co.id – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menyambut Dies Natalis ke-44. Berbagai perolehan penghargaan nasional hingga capaian peringkat kampus di tingkat Asia mewarnai perjalanan panjang kampus ini.
Direktur Polinema, Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT mengungkapkan, Polinema sejak berdiri pada 1982 hingga 2026 konsisten mengemban amanah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dies Natalis ke-44 ini merupakan momentum refleksi perjalanan panjang, sekaligus penguatan komitmen kampus vokasi yang berdampak dan berkelanjutan.
“Mandatnya tetap sama. Tetapi cara kita menerjemahkannya selalu adaptif terhadap perkembangan zaman, teknologi, perubahan generasi, serta tantangan masa depan,” seru Supriatna, Senin (9/2/2026).
Supriatna menuturkan, Polinema memperkuat kampus yang berdampak dan berkelanjutan melalui berbagai inovasi dan capaian prestasi. Hingga akhir 2025 lalu, Polinema mencatat perolehan 10 penghargaan dari kementerian.
“Penghargaan tersebut meliputi enam peringkat pertama, dua peringkat kedua dan dua peringkat ketiga. Artinya, ini menunjukkan bahwa yang kita lakukan itu secara in-line kebijakannya dengan kementerian. Kami juga terus mendorong capaian prestasi mahasiswa dan dosen dengan memperbanyak riset yang mampu menjawab tantangan masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Polinema juga berupaya meningkatkan kualitas melalui berbagai penilaian dan pemeringkatan kampus tingkat nasional hingga internasional. Di tingkat internasional, Polinema untuk pertama kalinya masuk pemeringkatan Applied Higher Education (AppliedHE) Asia dan menempati peringkat 201–220 Asia.
“Selain itu, Polinema juga meraih peringkat pertama politeknik terbaik di Indonesia dalam UI GreenMetric World University Rankings. Kemudian menduduki peringkat 48 nasional dan sekitar 400 dunia dari 1.700 perguruan tinggi peserta penilaian,” bebernya.
Dalam momentum Dies Natalis ke-44, Polinema mendorong sivitas akademika mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari kurikulum, pembelajaran, penelitian, hingga layanan pendidikan. Salah satu inovasi yang disiapkan adalah penguatan pembelajaran digital dan pendidikan jarak jauh berbasis teknologi.
“Kita ingin pembelajaran semakin adaptif dengan perkembangan teknologi, serta mampu menjangkau masyarakat dan mahasiswa yang membutuhkan layanan jarak jauh. Karena itu, kami menyiapkan pemanfaatan Learning Management System (LMS) dan penyediaan studio pembelajaran untuk mendukung layanan tersebut,” jelasnya.
Supriatna berpesan, kehadiran Polinema harus berkontribusi pada kesejahteraan umum. Polinema tidak hanya fokus pada pertumbuhan secara fisik dan kuantitas, seperti jumlah mahasiswa, dosen, maupun sarana prasarana. Tetapi juga peningkatan kualitas melalui pola continuous improvement.
“Kampus vokasi harus hadir di tengah masyarakat dan industri, bukan menjadi menara gading. Karena itu, Polinema mendorong konsep kampus berdampak yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.
Versi Bahasa Inggris
Komitmen tersebut diterjemahkan dalam nilai baru Polinema bertajuk PRIMA, yakni Problem Solving yang ditunjang oleh Integrity, Maturity, dan Advance Services. Nilai ini menjadi arah pengembangan Polinema, supaya berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Adapun momen menyambut Dies Natalis ke-44 Polinema diawali dengan apel yang diikuti oleh seluruh sivitas akademika kampus. Peluncuran maskot Dies Natalis, penandatanganan pakta integritas kampus bebas korupsi hingga pelepasan burung merpati menandai komitmen Polinema untuk terus berbenah. (bas/rhd)









