Pimpinan Sanggar Budaya Lintang Pandu Sekar ini juga mengaku memiliki beberapa kegiatan diantara mengajar Tari dan karawitan. Dirinya juga ikut membantu memasarkan topeng Malangan buatan Sukani ayahnya. Topeng Malangan khas Sukani memiliki pakem tersendiri yang mudah dikenali oleh seniman lainnya.
“Kalau topeng karya Bapak, itu multi fungsi. Dipakai untuk tari cocok, dipakai buat pajangan juga pantes. Pakemnya seperti itu. Kita ambil tengah-tengah,” imbuhnya.
Baik mbah Sukani maupun Amin, sama-sama memiliki harapan tradisi topeng Malangan tidak sampai punah. Sukani bahkan membuka paket wisata edukasi pembuatan topeng Malangan di rumah ayahnya. Peserta wisata edukasi juga bisa praktek mengecat topeng yang masih polos. (dik/mzm)
Baca juga:
- Kader Golkar Kota Malang Berduka, Kirim Karangan Bunga Prihatin Atas Meninggalnya Kaderisasi
- Putaran Kedua Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro Optimis Sapu Bersih di Malang
- Presiden Prabowo Bakal Hadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Optimalkan Penataan Stadion Gajayana
- Hotel Tugu Malang Hadirkan UND Peranakan Signature Hampers Sambut Imlek 2577 Kongzili
- Ketua DPRD Kabupaten Malang Mendaftarkan Diri Sebagai Calon Ketua KONI








