Untuk saat ini, Mamik menyebut, yang dibutuhkan para masyarakat yang terdampak banjir adalah air mineral. Dan masih terfokus ke dapur umum lantaran belum ada masyarakat yang bwkum bisa memasak.
“Warga belum bisa masak sendiri, karena terkait sata ini masih membersihkna rumahnya dan sebagainya untuk masaka itu belakangan aja. Untuk saat ini kita kirimkna nasi, itu nanti setelah kondisi sudah stabil di rumah-rumah sudah bisa masak. Sudah bisa membenarkan, menata-nata kembali, baru bantuan ini kami bagikan di masak sendiri-sendiri, dimasing-masing yang terdampak,” tutupnya. (ws6/mzm)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







