Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan & Pengembangan SDM KLHK RI, Ade Palguna menyadari, untuk mengurangi sampah plastik sangat dipengaruhi oleh upaya dan kontribusi positif dari masyarakat. Serta sektor lainnya seperti pihak swasta, contohnya PT Amerta Indah Otsuka.
“KLHK berupaya melakukan pembinaan bagi sekolah dan masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup melalui Otsuka Blue Planet. Dengan adanya program Otsuka Blue Planet, pihaknya berharap dapat membantu merubah perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan memulai mengelola sampah dan membuang sampah pada tempatnya,” ungkap Ade Palguna.
KLHK menargetkan pada tahun 2025, pengurangan sampah sebesar 30 persen dan pengurangan sampah plastik ke laut sebesar 70 persen. Untuk itu, pihaknya menyarankan agar program tersebut bisa dikolaborasikan dengan program Adiwiyata. Generasi muda perlu dilibatkan program isu lingkungan, baik Otsuka Blue Planet, Adiwiyata dan lainnya.
“Karena permasalahan ini akan terus bergulir hingga masa mendatang. Terutama penanganan sampah plastik, ada banyak program, tapi intinya sama. Harapannya, menyebar di seluruh Indonesia, bukan lagi terpusat,” tandas Ade Palguna.

Senada, Kepala Pusat Pengembangan Generasi KLHK RI, Cicilla Sulastri mengatakan, bank sampah sementara fokus mengolah sampah organik. Sementara program Adiwiyata masih terus dipacu, karena masih 27.000 sekolah Adiwiyata pada jenjang SD, SMP dan SMA.
“Sementara di Indonesia ada 371.000 sekolah, jadi masih terbuka lebar peluangnya,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan MoU oleh Human Capital and Corporate Affair Director PT Amerta Indah Otsuka, Sudarmadi Widodo dan Kepala Pusat Pengembangan Generasi KLHK RI, Cicilla Sulastri. (rhd)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







