“Berawal dari acara rutin Pondok Gontor. Setiap akhir pekan pondok yaitu Kamis -Jumat, itu santri diadakan perkemahan Perkajum, dan ananda korban ini ditunjuk menjadi ketua panitia,” ungkap Noor.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang santri berinisial AM tewas diduga sebagai korban penganiayaan sesama santri. Ibunda AM, Soimah mengatakan jika kondisi jasad anaknya terdapat lebam di beberapa bagian.
“Sungguh sebagai ibu saya tidak kuat melihat kondisi mayat anak saya demikian begitu juga dengan keluarga. Amarah tak terbendung, kenapa laporan yang disampaikan berbeda dengan kenyataan yang diterima,” ungkap Soimah.
Menurut Soimah, pihak Ponpes Darussalam Gontor menutupi penyebab meninggalnya sang anak. Namun, setelah didesak, pihak pondok akhirnya mengakui jika AM diduga menjadi korban penganiayaan. (hma/rhd)
Baca juga:
- Keluarga Korban Apresiasi Kinerja Polsek Lenteng Usai Penetapan Tersangka pada Pelaku Penganiayaan
- Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi MBG, Diduga Intervensi SPPG hingga Markup Triliunan Rupiah
- Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Alami Kecelakaan Berhasil Dievakuasi
- DPRD Optimalkan Pengawasan Kinerja OPD Kabupaten Malang untuk Masyarakat
- Tingkatkan Keamanan, Babinsa Koramil Blimbing Melaksanakan Komsos Bersama Security Hotel Grand Cakra









