Namun saat ini, dirinya mengaku sudah kembali normal. Sejak Ramadan kemarin, Supriadi, mengalami permintaan yang sangat tinggi dari konsumen, baik dari Tulungagung, Kediri, Blitar dan paling banyak di Bontang, Kalimantan Timur.
Permintaan yang membludak namun diakui Supriadi tidak bisa semuanya dipenuhi. Produksi rengginang terhambat karena cuaca musim hujan yang panjang dan bahan baku utama mahal. Bahkan rengginang hasil produksiny mengalami sedikit kenaikan harga .
Untuk menyiasati produksi di musim yang kurang bersahabat ini, Supriadi dan istrinya akan memproduksi dalam jumlah besar pada saat cuaca panas-panasnya. Kemudian akan mereka timbun mengingat waktu simpan cemilan gurih tersebut hingga 11 bulan, agar bisa selalu bisa memenuhi permintaan pelanggan.(ws6/ono)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







