Binti mengaku, sambel pecel produksinya telah dikirim ke berbagai daerah hingga ke luar negeri.
“Seminggu sekali kami kirim ke Kalimantan sekitar 90 kilogram sambal pecel. Kemudian kirim ke Hongkong sekitar 10 kilogram tiap minggu,” pungkasnya. (fjr/mzm)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







