Jakarta, SERU.co.id – Ribuan buruh melakukan aksi demonstrasi di sejumlah kota, khususnya di Pulau Jawa, Kamis (25/11/2021). Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, buruh menuntut tiga hal dalam aksi kali ini.
Pertama, KSPSI menolak formula penetapan upah minimum menggunakan PP nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan. Menurutnya, PP tersebut merupakan turunan dari UU Cipta Kerja yang kini sedang diuji di Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga seharusnya PP itu tidak layak digunakan.
Tuntutan kedua adalah KSPSI meminta MK untuk mengumumkan keputusan hasil uji materi UU Cipta Kerja bisa berlaku adil. Kabarnya, hasil uji materi UU Ciptaker akan diumumkan hari ini.
“Kami berharap hakim MK bisa berlaku seadil-adilnya. Karena, saya yakin MK merupakan benteng keadilan terakhir yang bisa memutuskan secara adil dan selalu ada untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya, Rabu (24/11/2021).
Selain itu, KSPSI juga menuntut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk merevisi hingga mencabut Inmendagri kepada kepala daerah tentang penetapan upah minimum.
Dilansir dari CNN Indonesia, masa buruh telah berkumpul di kawasan Patung Kuda Jakarta untuk melakukan aksi demo. Selain massa dari KSPSI, sejumlah federasi buruh juga ikut bergabung. Rencananya massa akan melakukan aksi longmarch menuju gedung MK.
Sementara itu, aksi demo juga terjadi di Surabaya. Massa buruh melakukan aksi di Gedung Grahadi dan Kantor Gubernur Jawa Timur. Aksi serupa juga terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta.
Sebagai informasi, Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan, rata-rata kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022 adalah 1,09 persen. (hma/rhd)
Baca juga:
- Akhiri Polemik, Dishub Kota Batu Sukses Mediasi Driver Online dan Angkutan Umum
- Pakar Pariwisata Dorong Pemkot Batu Terapkan E-Parkir di Seluruh Destinasi Wisata
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan







