Malang, SERU.co.id – Tren kasus aktif covid-19 yang cenderung melandai, membuat pengusaha optimis perekonomian mengalami kenaikan. Karena beberapa objek wisata dan sekolah sudah kembali normal, diprediksi daya beli akan kembali naik.
Salah satunya, pengusaha sukses keripik singkong dan pisang Cap Lumba-lumba, H Sucipto Hadi Wijoyo menjelaskan, perkembangan usahanya sudah berangsur-angsur mengalami kestabilan dalam hal penjualan. Ada beberapa rencana yang akan disusun untuk memulihkan, bahkan menambah omzet.
“Insyaallah ini saya tata, harapan kedepan setelah rapi bisa menambahi produksi. Sehingga omzet bisa bertambah,” seru Pak Cip, sapaan akrabnya.
Total karyawan yang membantu perusahaan sekitar 95 karyawan. Selama pandemi, ia mengaku tidak ada pengurangan karyawan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Akan tetapi dibuat pengurangan durasi kerja yang tidak semestinya, tidak sampai jam 16.00.
“Sekarang jam satu atau jam setengah dua sudah pulang,” imbuhnya.

Menurutnya, faktor penurunan bukan karena moda transportasi adanya pembatasan PPKM. Tetapi memang berasal dari daya beli masyarakat. Ditambah wisata tutup, serta anak-anak sekolah melakukan pembelajaran secara dalam jaringan (daring).
“Ada juga mahasiswa paling banyak di Surabaya dan Malang. Ketika kuliah dan pulang ke rumah, membeli oleh-oleh,” terangnya.
Kendati demikian, pembeli tidak hanya berasal dari wisatawan atau mahasiswa ketika sudah normal. Tetapi juga pembeli dari retail-retail toko yang cukup lumayan banyak. Sebagai oleh-oleh sangat cocok untuk dibawa sebagai buah tangan untuk sanak famili.
“Kalau kami mengirim untuk daerah pusat oleh-oleh yang banyak, toko-toko, agen-agen. Sebagian permintaannya besar yakni Indomaret,” jelasnya.
Diketahui, Keripik Singkong & Pisang Cap Lumba-Lumba diproduksi di kawasan Talok, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tersebut pemasarannya tidak hanya dalam daerah. Termasuk juga sudah merambah ke DKI Jakarta dan masih banyak lagi daerah-daerah lain.
Selain keripik singkong dan keripik pisang kepok, ada juga varian lain seperti keripik pisang tanduk (agung) asin dan manis, hingga keripik pisang asin zaman now dengan bungkus berwarna kuning. (jaz/rhd)
Baca juga:
- Strategi Entaskan Kemiskinan, Pemkab Jember Siapkan Kolaborasi Perhutanan Sosial Lewat Skema IAD
- CIMB Niaga Resmikan Syariah Digital Branch Dukung Ekosistem Halal di Malang Raya
- Tutup KCS 39, SMK PGRI 3 Malang Kukuhkan 987 Siswa Baru Skariga
- Ustazah Nia Hajar Ternyata Sosok AI, Begini Respons Berbagai Pakar
- Mengapa Rumah Jampidsus Dijaga TNI di Tengah Penyidikan Kasus Korupsi Besar?









