Paksakan Data Cakades Agar Lolos Seleksi, Panitia Pilkades Tamansuruh Digeruduk Massa

cropped IMG 20190902 WA0098
cropped IMG 20190902 WA0098

Banyuwangi SERU – Puluhan massa warga Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah datangi Desa Tamansuruh untuk membuka kembali file pendaftaran milik Calon Kepala Desa (Cakades) atas nama Rowiyah.  Diduga Rowiyah memalsukan data pendukung (skiring)  persyaratan menjadi Cakades, agar  melenggang menjadi Cakades Tamansuruh.

Diungkapkan Devisi monitoring Desa, Slamet Kurniawan, dalam persyaratan tersebut, Rowiyah mengaku sebagai pengurus Posyandu dari tahun 1998 hingga tahun 2016. Padahal, Cakades Rowiyah tersebut kelahiran tahun 1976, sangat tidak mungkin pada usia 12 tahun Cakades Rowiyah sudah mengabdi di Posyandu.

“Masak umur 12 tahun sudah menjadi pengurus Posyandu, sangat tidak masuk akal,” ungkap Slamet Kurniawan, Senin (2/9/2019) siang.

Pernyataan ini, kata Slamet Kurniawan sudah dilontarkan oleh Kepala Desa kepada dirinya, dan diduga Rowiyah memalsukan data pendukung secara struktur dan masif.

“Saya menduga ini faktor kesengajaan, agar bisa maju menjadi Cakades Desa Tamansuruh,” katanya.

Slamet Kurniawan mengatakan, dirinya menduga lolosnya Cakades Rowiyah ini, karena kurang jelinya panitia dan pengawas panitia Pilkades desa setempat.

“Dugaan saya, ini ada kelalaian panitia dan pengawas. Mereka tidak jeli melihat data yang dimiliki oleh Paslon yang bernama Rowiyah,” terangnya.

Selain itu, Slamet Kurniawan juga mengkritisi panitia Pilkades desa Tamansuruh terkait pencalonan Rowiyah yang terkesan dipaksakan. Bahkan dia menduga panitia Pilkades tidak netral dalam memasukkan Rowiyah menjadi salah satu kontestan Pilkades di Desa Tamansuruh.

“Panitia sangat tidak netral jika tetap memasukkan Rowiyah dalam kontes Pilkades ini. Seharuwnya dari penilaian, Rowiyah itu sudah gugur,” ujar ketua lembaga Devisi monitoring Desa, Slamet Kurniawan.

Sementara, salah satu peserta Cakades yang tidak lolos seleksi, Elliani Sudjana mengungkapkan, lolosnya Rowiyah menjadi Cakades ini keteledoran dari panitia dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tamansuruh. Dan memaksakan Rowiyah masuk dalam bursa Cakades.

” Seharusnya panitia tegas dalam melakukan seleksi dan penetapan karena ini masih ada permasalahan kok sudah berani melakukan pemilihan nomer urut sedangkan bu Rohwiya sendiri seharusnya di diskualufikasi karena syarat penilaian tidak sesuai”ujar Elliani Sudjana

sementara di tempat berbeda PJ Kepala Desa Tamansuruh mengatakan kekeliruan tersebut bukan pada pihaknya. Menurutnya, pihaknya hanya sebagai pelayan, dan mencatat sesuai omongan dari orang yang dimintai keterangan.

“Saya ini sebagai pelayan masyarakat, dan saya mencatat sesuai yang diucapkan oleh orang yang kita mintai keterangan. Jika ada kekeliruan kita akan ganti,” dalih Pj Kades Tamansuruh, Farid Irawan. (ras)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *