MALANG, SERU.co.id – Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) memberangkatkan 578 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2026 ke Kabupaten Malang. Seluruh mahasiswa diterjunkan ke 40 desa di Kabupaten Malang selama satu bulan, terhitung mulai 22 Juni hingga 18 Juli 2026.
Dekan FSTeM UB, Prof Ir Sukir Maryanto SSi MSi PhD menyampaikan, pesan mendalam kepada para peserta. Menurutnya, KKN bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan momentum penting bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmu sains, teknologi, dan matematika di tengah realitas sosial.
“Kami berharap, inovasi-inovasi yang dibawa mampu menjadi katalisator pembangunan daerah yang berkelanjutan. Sekaligus menjaga nama baik almamater dengan adaptasi yang santun di masyarakat,” seru Prof Sukir, saat melepas mahasiswa di Gedung Samantha Krida UB, Senin (22/6/2026).
Mengusung tema “Inovasi SAINTEK untuk Pembangunan Daerah Berkelanjutan”, program KKN 2026 difokuskan pada kontribusi nyata dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs).
Terdapat lima sub-tema utama yang menjadi acuan program kerja mahasiswa di lapangan, yaitu:
• Tanpa Kemiskinan (SDGs 1),
• Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDGs 3),
• Pendidikan Berkualitas (SDGs 4),
• Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDGs 8), serta
• Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDGs 17).
Senada, Ketua Bidang Penelitian dan Inovasi, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama (BPPM) FSTeM, Prof Dr.rer.nat. Abdurrouf SSi MSi menjelaskan, target strategis dari program ini.
“Tujuan utama KKN, mengukur dan mengidentifikasi berbagai faktor internal masyarakat. Mulai dari kapasitas SDM, perekonomian hingga dukungan desa demi peningkatan kualitas pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, dan ekonomi kreatif. Kami ingin mengoptimalkan pemahaman warga lokal melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif,” jelas Prof. Rouf, sapaan akrabnya.
Mobilisasi 578 mahasiswa tersebar merata di 40 desa yang mencakup 9 kecamatan strategis di Kabupaten Malang. Meliputi:
• Kecamatan Jabung, seperti Desa Sidomulyo, Slamparejo, dan Argosari,
• Lawang, seperti Desa Srigading dan Sumber Porong,
• Pakis, seperti Desa Asrikaton dan Sekarpuro),
• Kecamatan Pujon, seperti Desa Madiredo dan Ngabab, Kecamatan Kepanjen,
• Kecamatan Ngajum,
• Kecamatan Tajinan,
• Kecamatan Tumpang, dan
• Kecamatan Turen.
“Penempatan komprehensif ini sengaja dirancang, agar pemanfaatan klaster keilmuan saintek dapat menyentuh karakteristik sosiogeografis daerah yang beragam. Mulai kawasan agropolitan, sentra industri kreatif, hingga daerah penunjang pariwisata,” bebernya.
Dalam implementasinya, para mahasiswa diwajibkan menyusun program kerja multidisiplin yang adaptif terhadap kebutuhan riil desa. Pada sub-tema Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) dan Kehidupan Sehat (SDGs 3), mahasiswa FSTeM diarahkan untuk membantu digitalisasi administrasi desa. Selanjutnya penguatan literasi sains pada pendidikan informal dan pemetaan sanitasi lingkungan mandiri.
Sementara itu, untuk mendukung pengentasan kemiskinan (SDGs 1) dan pertumbuhan ekonomi (SDGs 8), pada sentuhan teknologi tepat guna. Serta pemodelan matematika akan diaplikasikan langsung untuk mendongkrak efisiensi produksi serta daya saing digital bagi pelaku UMKM lokal.
“Keberhasilan program KKN Reguler 2026 ini juga bertumpu pada Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDGs 17). Melalui kolaborasi aktif dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan kader lokal, program ini diharapkan memberikan manfaat dua arah yang seimbang,” terangnya.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini ampuh menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial yang nyata. Sedangkan bagi masyarakat Kabupaten Malang, kehadiran mahasiswa FSTeM disiapkan untuk memberikan keterampilan, pengetahuan. Serta pengalaman baru guna mewujudkan kemandirian kesehatan masyarakat dan peningkatan daya saing ekonomi desa yang berkelanjutan. (rhd)









