BPBD Kabupaten Malang Petakan Wilayah Potensi Kebakaran di Musim Kemarau Ekstrem

BPBD Kabupaten Malang Petakan Wilayah Potensi Kebakaran di Musim Kemarau Ekstrem
ilustrasi ebakaran hutan. (ist)

Malang, SERU.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dampak dari musim kemarau ekstrem.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menjelaskan, berkaca dari musim kemarau sebelumnya. Pemetaan tersebut dilakukan guna meminimalisir kebakaran hutan. Sehingga juga dilakukan himbauan kepada masyarakat untuk segera melakukan pelaporan jika ditemukan adanya kebakaran hutan.

Bacaan Lainnya

“Setiap ada kejadian bencana atau situasi menonjol segera melapor ke pihak perangkat desa atau kecamatan serta BPBD Kabupaten Malang. Agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” seru Sadono, sapaan akrabnya.

Dirinya membeberkan, kebakaran hutan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti aktivitas manusia dan cuaca ekstrem. Sehingga suhu panas yang berlebih bisa memicu terbakarnya tumbuhan yang mengering.

Sandono mengatakan, dari hasil analisa dan pemetaan wilayah BPBD Kabupaten Malang terdapat 26 wilayah dari 33 kecamatan yang berpotensi mengalami kebakaran hutan saat musim kemarau ekstrem. Dimana Kecamatan Sumbermanjing Wetan dengan luasan 143,73 kilometer persegi tersebut menjadi wilayah yang memiliki ancaman paling luas.

“Kemudian disusul dengan Kecamatan Pujon 109,18 kilometer persegi, hingga Kecamatan Poncokusumo 100,70 kilometer persegi,” terangnya.

Dikatakan Sadono, berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Kabupaten Malang pada musim kemarau tahun 2023, terdapat 92 titik yang mengalami kebakaran hutan. Seperti wilayah Gunung Arjuno, dengan luas wilayah yang terbakar mencapai 5.094 hektar dengan vegetasi semak belukar dan padang savana. Hal yang sama juga terjadi di Gunung Bromo dengan luasan lahan terbakar mencapai 504 hektar.

“Tahun 2024 mengalami penurunan kejadian, yakni 18 titik lokasi,” jelasnya.

Guna mengantisipasi dampak bencana di musim kemarau, BPBD Kabupaten Malang menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. (wul/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id