Batu, SERU.co.id – Pemerintah Kota Batu menyatakan kesiapannya untuk mengikuti rangkaian Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis daerah dalam memetakan potensi ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan.
​Kepala Dinas Pariwisata Kota (Kadisparta) Batu, Onny Ardianto, S.Sos., M.M, selaku leading sector dari program ini menyampaikan, keikutsertaan ini merupakan langkah penting bagi Kota Batu untuk memperkuat posisi di peta ekonomi kreatif nasional.
​”Kami sangat serius dalam menyiapkan diri untuk mengikuti penilaian PMK3I. Ini adalah momentum bagi Kota Batu untuk memetakan kekuatan, kelemahan, serta peluang dan tantangan dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif yang ada di wilayah kami,” seru Onny sapaannya.
​Berdasarkan pedoman program pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif), PMK3I merupakan mekanisme bottom-up untuk mengidentifikasi potensi ekosistem ekonomi kreatif. Melalui proses ini, daerah akan memetakan potensi berdasarkan 17 subsektor ekonomi kreatif, keterkaitan antarsektor. Serta kolaborasi antar aktor yang terdiri dari Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media (ABCGM).
​”Persiapan ini merupakan langkah nyata untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Batu. Hasil dari uji petik ini nantinya akan menjadi acuan bagi kami dalam merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih efektif dan berdaya saing,” tambahnya.
​PMK3I sendiri memiliki beberapa tahapan penting, mulai dari pengisian borang secara online, verifikasi dan analisis awal. Pelaksanaan uji petik di lapangan, hingga Focus Group Discussion (FGD) untuk penetapan subsektor unggulan. ​Output dari kegiatan ini nantinya berupa Berita Acara Hasil Uji Petik (BAHUP) dan profil subsektor unggulan kabupaten/kota, yang akan menjadi dasar bagi kegiatan fasilitasi dan pengembangan ekonomi kreatif selanjutnya.
“​Keikutsertaan Kota Batu dalam PMK3I ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan potensi kreatif daerah, yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah serta memperluas jejaring kreatif, baik di tingkat nasional maupun menuju level internasional seperti UNESCO Creative Cities Network (UCCN) di masa depan,” pungkasnya. (dik/mzm)









