Batu, SERU.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardiyanto S Sos MM resmi membuka perhelatan Batu International Kids Film Festival (BAIK), Rabu (29/4/2026). Festival film internasional yang ditujukan bagi anak-anak dan keluarga ini diselenggarakan sebagai langkah nyata memberdayakan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya di subsektor perfilman.
​Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 1 Mei 2026 ini berlokasi di tiga titik, yakni Museum dan Galeri Kota Batu, Kebun Apel, serta Taman Rekreasi Selecta. ​BAIK Film Festival merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kota Batu dengan komunitas film lokal, “Sinema Batu Adem”. Fokus utama dari festival ini adalah menanamkan nilai-nilai edukasi, alam, pertanian, serta inklusivitas kepada generasi muda.
​”Festival ini dirancang sebagai ​Ruang Aman dan Ramah, mennjadi tempat eksploratif bagi anak-anak untuk mengenal dunia perfilman sejak dini,” seru Kadisparta Batu Onny dalam sambutannya di Museum dan Galeri Kota Batu.
Kadisparta Batu Onny ​juga menyebutkan, BAIK Film Festival juga menjadi sarana edukasi, membangun empati, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui aktivitas bermain dan menonton film. Disebutkan pula ​kegiatan ini turut mendukung Visi “Mbatu SAE” (Madani, Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif, dan Ekologis) dari Wali Kota Batu. Dan program Generasi Emas 2045​ yang merupakan Visi Indonesia.
“Program ini merupakan wujud nyata dari strategi Batu Artpreneur yang bertujuan menguatkan sektor pariwisata dan pemberdayaan pelaku kreatif menuju Generasi Emas 2045,” tuturnya.
Onny berharap, kegiatan ini mampu mempromosikan serta memberdayakan industri dan SDM perfilman di Kota Batu. Agar dapat bersaing di skala regional, nasional, maupun internasional. Ia juga menambahkan, Ekonomi kreatif adalah pilar penting masa depan ekonomi Indonesia yang mengandalkan ide, inovasi, dan pengetahuan dari sumber daya manusia.
“Film merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia disamping subsektor lainnya. Dengan kegiatan ini kami memiliki harapan sekaligus sebagai wujud nyata dalam pemberdayaan komunitas ekonomi kreatif bidang perfilman. Meningkatkan jejaring komunitas dalam mendukung Batu Artpreneur dengan Penguatan Pariwisata & Ekonomi Kreatif serta Pemberdayaan Pelaku Kreatif,” pungkasnya.
Acara ini ​dihadiri Pakar dan Delegasi Internasional, diantaranya, Mr. Khrob Edmonds dan Mrs. Kathryn Lefroy dari Australia. Selain itu, sejumlah tokoh perfilman nasional hadir sebagai juri, di antaranya ​Agung Sentausa dari Indonesian Film Director Club. Dan ​Wahyu Agung Prasetyo dari Ravacana – Yogyakarta serta ​Astu Prasidya dari Tooliq Animation – Bali.
​Hadir pula perwakilan akademisi dari jurusan Komunikasi dan Film berbagai universitas serta SMK di Malang Raya. Ini menunjukkan kuatnya dukungan dunia pendidikan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kota Batu. (dik/mzm)









