Batu, SERU.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Batu melakukan penyesuaian strategi dalam pengamanan perayaan Natal tahun ini. Fokus pengamanan tidak lagi hanya terpusat pada gereja-gereja besar, namun juga memberikan prioritas ekstra kepada gereja kecil yang memiliki jadwal kegiatan padat dan jemaat yang melimpah.
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., menjelaskan, gereja dengan bangunan fisik kecil namun menyelenggarakan perayaan besar memiliki daya tarik tersendiru bagi para wisatawan.
”Meskipun gerejanya kecil, jika mereka mengadakan pesta besar, itu bisa menjadi magnet. Apalagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu kemungkinan besar juga akan melaksanakan ibadah Natal di sini,” seru AKBP Andi Yudha.
Berdasarkan evaluasi tahun lalu, terdapat beberapa gereja kecil yang menggelar rangkaian acara lebih dari satu kali dengan massa yang cukup besar. Hal inilah yang mendorong Polres Batu untuk menetapkan gereja-gereja tersebut ke dalam daftar prioritas pengamanan.
“Kita belajar dari tahun lalu di mana beberapa gereja-gereja kecil mereka bahkan merayakan Natal sampai lebih dari satu kali,” ungkapnya.
Selain fokus pada kerumunan massa, Kapolres juga menekankan kewaspadaan terhadap ancaman keamanan lainnya. Mengutip data dari Densus 88, AKBP Andi Yudha menyoroti tren keterlibatan kelompok usia remaja (15–22 tahun) dalam aktivitas terorisme. Ancaman ini bersifat mandiri dan tidak terikat pada jaringan terorisme lama.
“Ini yang harus kita waspadai bersama. Mereka terpapar melalui media sosial, sehingga pendekatannya pun harus menyentuh sisi tersebut,” tambahnya.
Polres Batu akan menempatkan personel secara efektif untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan kondusif. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan. Mulai potensi tindak kriminal di pusat keramaian hingga upaya radikalisme yang menyasar generasi muda.
“Pengamanan ini kita upayakan seoptimal mungkin” tandasnya. (dik/mzm)








